Menelusuri Jejak Rasulullah di Kota Madinah Bersama Umroh Dies Natalies ke-61 UGJ

ARAHPANTURA, MADINAH ,- Perjalanan Ibadah Umroh rombongan Dies Natalies ke-61 UGJ di Kota Madinah penuh kesan. Setelah hampir 4 hari menjalani karantina, jamaah pun akhirnya bisa menjalani ibadah di Masjid Nabawi. Bahkan, jamaah pria pun sempat mengikuti sholat Jumat berjamaah di Masjid yang dibangun Rasulullah itu.

Antusias para jamaah untuk menghabiskan waktu beribadah tidak disia-siakan. Beruntung, jarak hotel hanya berkisar 150 meter saja. Namun para jamaah kurang terpuaskan, karena akses untuk ke Raudhah sangat sulit. Aplikasi tawakalna yang dimiliki tidak bisa digunakan. Namun, jamaah hanya bisa melihat makam nabi dari tempat sholat.

Hari Sabtu dan Minggu, seluruh jamaah mengikuti City Tour Madinah. Mulai mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota Madinah, sejarah Masjid Nabawi, makam sahabat Nabi Muhammad SAW, Masjid bersejarah, dan Jabal Uhud lokasi gugurnya 70 syuhada saat melawan kaum musyrikin.

Salah satu jamaah Adithya Darmawan mengakui, sangat bersyukur bisa umroh dan singgah di Kota Madinah. Sehingga, bisa berkeliling ke tempat-tempat bersejarah, meski dimasa pandemi.
“Yang paling berkesan bisa ibadah rutin di masjid Nabawi dekat makam Rasulullah. Itu yang tidak bisa dilakukan semua orang,” ujarnya.

Kota Madinah merupakan kota suci kedua setelah Makkah. Selain merupakan tempat dimakamkannya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, Madinah juga banyak memiliki destinasi ziarah yang lain dan juga wisata religi, di antara banyak hal. Berikut ini rangkumkan tempat yang wajib dikunjungi bila berkesempatan ke Madinah.

Masjid Nabawi dan Makam Nabi Muhammad
Tempat pertama yang perlu dikunjungi adalah Masjid Nabawi. Masjid ini merupakan ikon kota Madinah yang dahulu kala dibangun oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.
Selain megah dan luas, masjid ini juga memiliki beberapa fitur yang memukau banyak jamaah yaitu payung-payung raksasa di halaman luar yang akan terbuka bila matahari sedang terik.

BACA JUGA :  Refleksi 3 Tahun Kepemimpinan Azis-Eti, Ini Program Pembangunan Kedepan

Masjid Nabawi
Menurut salah satu hadits Rasulullah, sholat di Masjid Nabawi ini 1.000 kali lebih besar pahalanya dari sholat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Selain itu, makam Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasallam juga terdapat di masjid ini. Tak afdhol rasanya jika menunaikan ibadah haji atau umrah tanpa berziarah makam Rasulullah sang pembawa risalah agama Islam.

Foto bersama di Masjid Quba./ist

Masjid Quba
Selain Masjid Nabawi, Nabi Muhammad juga pernah membangun sebuah masjid bernama Masjid Quba. Dibangun pada tahun 1 Hijriah, masjid ini dibangun karena penduduk Quba yang dahulu kala menyambut Rasulullah untuk pertama kali ketika berhijrah ke Madinah.

Pada masa hidupnya, Nabi Muhammad SAW kerap mengunjungi masjid ini pada hari Sabtu, dan hingga kini umat Muslim di seluruh dunia masih sering menjalankan tradisi tersebut; mengunjungi masjid di hari Sabtu.

Foto bersama di Jabal Uhud./ist

Jabal Uhud
Jabal Uhud adalah sebuah bukit yang dijanjikan akan ada di surga. Jabal Uhud ini berdiri setinggi 350 meter di utara Madinah, dan merupakan tempat terjadinya pertempuran antara umat Muslim dan pasukan Mekah pada tahun 625 Masehi.

Masjid Qiblatain
Masjid Qiblatain sering juga disebut masjid berkiblat dua. Disebut demikian karena pada zaman dahulu, Rasulullah dan pengikutnya sholat menghadap Masjidil Aqsa sebelum kemudian turun wahyu dari Allah yang memindahkan kiblat ke Ka’bah. Akhirnya, Rasulullah dan para pengikutnya memutar arah sholat mereka di masjid ini; membuat masjid ini pernah memiliki dua kiblat.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.