Mengenal Domba Sakub Dari Lereng Gunung Slamet Sebagai Domba Persilangan

Domba Sakub dari Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan. /ist

ARAH PANTURA, BREBES – Sejumlah daerah memiliki berbagai jenis domba dengan ciri khas tersendiri. Seperti halnya di Kabupaten Brebes ada yang namanya Domba Sakub yang berkembang disekitar lereng Gunung Sakub.

Bahkan, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dinaskewan) Provinsi Jawa Tengah Agus Wiryanto saat berada berkunjung ke Balai Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan, Senin (26/4) siang kemarin mengatakan potensi Domba Sakub memiliki potensi yang sangat luar biasa sebagai sumber daya genetika hewan (SDGH) yang baik dalam pemberdayaan dan pemulihan ekonomi masyarakat.

“Makanya yang dipikirkan ke depan adalah bagaimana membuat inovasi-inovasi kelembagaan , khususnya lembaga ekonomi bagi para peternak,” kata Agus Wiryanto.

Beliau menjelaskan Indonesia sudah memiliki undang-undang nomor 13 tahun 2019 tentang perlindungan petani.

“Ini bisa menjadi landasan bahwa peternak domba Sakub dapat menjadi ladang bisnis,” ujarnya.

Selain itu juga petani dapat meningkat kesejahteraanya, meningkat pendapatanya sehingga dapat berpartisipasi dalam pembangunan.

“Dengan masyarakat yang sejahtera juga dapat mendukung swasembada daging,” jelas Agus.

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes Ismu Subroto mengatakan, domba Sakub merupakan domba persilangan. Dimana Domba Sakub berkembang biak di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan dan Desa Wanareja Kecamatan Sirampog.

“Persilangan domba tersebut menghasilkan domba yang gemuk stabil dan seragam,”ungkapnya.

Kelebihan lain Domba Sakub, beber Ismu Broto, yakni bobotnya yang bisa mencapai 170 kilogram. Untuk populasi domba Sakub sendiri sampai saat ini mencapai 16 ribu ekor.

“Nama Domba Sakub ini diambil dari nama puncak Sakub yang ada di Desa Pandansari. Dan untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak Domba Sakub rencananya akan dibentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP),” terang Ismu Broto.

BACA JUGA :  Satu Jenazah di Areal Makam Terseret Banjir Bandang Bumiayu

ketua BUMP Indonesia Edy Waluyo, berpendapat dengan terbentuknya badan usaha milik petani diharapkan mampu mengoptimalkan lahan-lahan yang ada.

“Dengan dibentuknya BUMP diharapkan domba Sakub bukan hanya sebagai peternakan saja, tetapi bisa dikenal secara luas,” jelasnya.

Kepala Desa Pandansari Irwan Susanto mengaku akan mengembangkan sentra-sentra domba Sakub di perdukuhan Desa Pandansari.

“Kami inginkan ada kawasan terintegerasi antara peternakan dengan wisata domba Sakub,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.