Merakit Bambu Untuk Seberangi Sungai, Bocah Kelas 3 SD di Larangan Tewas Tenggelam

Petugas Polsek Larangan dan Puskesmas Larangan melakukan pemeriksaan korban tenggelam. /Ist

ARAH PANTURA, BREBES – Nasib Nahas menimpa bocah kelas 3 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Brebes. Akhmad Fadil Dwi Putra (8), warga Dusun Penjalinbanyu, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan harus merenggang nyawa setelah tenggelam di sungai saluran irigasi yang ada didesanya, Senin (20/12) kemarin.

Kapolsek Larangan, AKP Sutikno, Selasa (21) pagi, mengungkapkan awal kejadian saat korban bermain bersama 2 temannya Fadil dan Arlan bermain ditepi sungai saluran irigasi, pada Senin (20/12) sore kemarin.

“Ketiganya kemudian saat bermain mencoba menyeberangi sungai irigasi dengan merakit bambu yang diikat tali tambang. Namun saat sudah berada ditengah tengah, korban yang berada didepan terpeleset dan terjatuh ke saluran irigasi,” ujar Kapolsek Larangan.

Baca juga: Antisipasi Bencana, Pemkab Brebes Diminta Punya Konsep Jelas Antisipasi Dan Penanganannya

Melihat kejadian temannya tenggelam, menurut Kapolsek Larangan, kedua temannya melaporkan ke warga sekitar untuk meminta pertolongan.

“Warga kemudian melakukan pencarian dan korban baru berhasil ditemukan sekitar 100 meter dari terpelesetnya korban di jembatan bambu rakitan pada Senin petang,’ jelas Kapolsek Larangan.

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan warga, kemudian bersama petugas medis dari Puskesmas Larangan mendatangi korban dirumah duka.

“Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka lecet dibagian daun telinga, paha kaki, lutut kaki, serta mulut dan telinga mengeluarkan darah. Kami memastikan luka yang dialami korban bukanlah dari penganiayaan melainkan akibat benturan jembatan kayu dan material yang ada di sungai saluran irigasi tersebut,” ungkap kapolsek Larangan.

Agar kejadian tidak kembali terulang, kami memohon kepada anak-anak maupun orang tua untuk bisa mengawasi anaknya menjauhi sungai atau irigasi karena saat ini tengah meluap akibat seringnya hujan.

“Kami mohon kepada anak-anak untuk tidak bermain di sungai atau irigasi karena saat ini sering meluap, akibat kerap terjadinya hujan deras,” pungkas Kapolsek Larangan AKP Sutikno.***

Baca juga: Petugas Vaksinator Piknik Dan Batalkan Vaksin di 6 Desa, Begini Penjelasan Kepala Puskesmas Tonjong

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *