Mobil Misterius Yang Tersesat di Tanggul Sungai Pemali Akhirnya Dievakuasi

Proses Evakuasi mobil yang tersesat di tanggul Sungai Pemali ./Arah Pantura.

ARAH PANTURA, BREBES – Mobil Xenia misterius akibat tersesat di tanggul Sungai Pemali akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas kepolisian dari Polsek Larangan, Perhutani serta warga Dukuh Mingkrik Desa Pamulihan Kecamatan Larangan, Senin Siang.

Kapolsek Larangan AKP Sutikno melalui Kanit Reskrim Aiptu Heri Sukamto mengatakan mobil Xenia dengan nomor polisi D-1866-OE berhasil dievakuasi dibawa ke Mapolsek Larangan dengan menempuh perjalanan selama 4 jam lamanya.

“Kami sempat kesulitan saat evakuasi mobil dari Dukuh Mingkrik ke Dukuh Kalipandan di Desa Pamulihan, dikarenakan jalan yang terjal dan banyak semak belukar,” ujarnya. Senin (11/4) sore

Proses evakuasi terpaksa dengan cara mendorong mobil itu dengan berjalan mundur karena kebetulan disampingnya hutan dan sebelahnya jurang areal pertanian.

‘Jalanan setapak yang sebenarnya hanya dilalui petani ke sawah bukan jalan umum, sehingga kami kesulitan saat evakuasi ke kantor,” ungkapnya.

Mobil untuk sementara diamankan di Mapolsek Larangan untuk keterangan lebih lanjut. Apalagi beber Aiptu Heri Sukamto mobil tersebut setelah di cek di Kantor Samsat Brebes sudah 5 tahun belum membayar pajak.

“Besok kami akan memgundang yang bersangkutan untuk menanyakan kepada seputar kejadian dan kepemilikan mobilnya,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu keluarga asal Kelurahan Sindangpangon RT.002 RW.018 Kecamatan Banjaran Kabupaten. Bandung yang tengah perjalanan mudik ke kampung halaman orang tuanya di Desa Temukerep Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, pada Jumat (08/4) yang lalu tersesat di tanggul Sungai Pemali Dukuh Mingkrik Desa Pamulihan.

Bahkan menurut penuturan salah satu penumpang, yakni Saripah menuturkan mobil yang dikemudikan suaminya harusnya di perempat Larangan belok ke kiri menuju rumah orang tuanya di Desa Temukerep.

BACA JUGA :  Tahukah Anda, Jembatan Gantung Sungai Pemali Desa Wanacala Songgom Jadi Saksi Pemberontakan PKI

Namun, tiba-tiba sang suami yang mengemudi mobil, Dian Wijaya Kusuma Seliomne (40) membelokan mobil ke arah kanan dan mobil terbang sendiri saat masuk ke dalam cahaya.

“Saya, suami dan 2 anak saya kaget, tahu-tahu ada cahaya yang masuk dan mobil terbang dengan sendirinya, hingga mobil baru bisa berhenti setelah berada di tanggul Sungai Pemali, beruntung kami bisa selamat karena mobil tidak masuk ke jurang,’ ujarnya.

Satu keluarga ini pun lantas meninggalkan mobil yang ditumpanginya dengan berjalan kaki menuju perempatan Desa Larangan yang berjarak sekitar 6 kilometer.

“Kami menelfon pihak keluarga untuk minta dijemput setelah kami berjalan kaki ditengah malam,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.