Pentingnya Revitalisasi Pasar Induk Brebes Ketimbang Relokasi Pasar Kodim, Ini Alasannya

ARAHPANTURA, BREBES- Keberadaan Pasar Induk yang terletak di jantung Kota Brebes sebenarnya sangat memprihatikan karena kondisinya sangat kurang representatif, selain bangunannya yang sudah terlalu usang, lahan parkir yang ada pun kurang sangat memadai.

Kepala Bidang ( Kabid) Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag Brebes), Maryono, Kamis (28/10) mengatakan
jika sebagai pembina pasar, keberadaan
Pasar Induk Kota Brebes sudah tidak layak ditempati untuk aktivitas bisnis atau perdagangan.

” Karena pasar induk berada di tengah kota, alangkah lebih baiknya jika konsep penataan pasar induk dilakukan dengan revitalisasi.,” Ujarnya.

Apalagi menurut Maryono, pemerintah pusat telah mengakomodir melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor 79 tahun 2019, dimana Pasar Induk Brebes dianggarkan 150 milyar rupiah untuk revitalisasi pasar.

Baca Juga: Polres Brebes Sediakan 5.500 Dosis Vaksin Gelar Serbuan Vaksinasi Massal

” Kami sebagai dinas yang membawahi pasar, sebenarnya sudah membuat perencanaan dengan ketentuan ketentuan yang harus diikuti kementerian perdagangan dengan konsep revitalisasi itu , kami juga sebenarnya sudah mengumpulkan dokumen dokumen yang menjadi prasyarat bangunan untuk revitalisasi pasar induk,” tegasnya.

“Adanya wacana revitalisasi Pasar Induk, dari perspektif kami, Insya Allah akan membangkitkan perekonomian masyarakat di Kota Brebes, karena dengan konsep pasar ditata dengan pasar semi modern, akan menjadi magnet tersendiri untuk warga di kabupaten Brebes, ” Ungkap pembina pasar rakyat itu.

Beliau juga menambahkan jika ada revitalisasi Pasar Induk, dipastikan kondisinya akan berbeda dengan kondisi pasar induk saat ini , dan keberadaannya akan menjadi magnet baru sebagai pusat perbelanjaan di kabupaten Brebes.

“Kami sangat berharap agar Pemkab Brebes bisa menyediakan anggaran perencanaan terlebih dulu, karena sebagai salah satu yang dipersyaratkan oleh pemerintah pusat, agar revitalisasi pasar induk bisa segera direalisasikan,” kata Maryono.

Apalagi perpres no 79 tahun 2019, akan berlaku hingga tahun 2024. Sehingga jika perencanaan ini tidak segera dipenuhi maka anggaran yang disiapkan pemerintah pusat akan hilang.

Bahkan dari kementerian perdagangan dan kementerian perekonomian sempat menegur kesiapan pemkab Brebes terkait revitalisasi pasar induk .

” Sayangnya anggaran dari APBD untuk perencanaan revitalisasi dai pasar induk hanya ada 300 juta rupiah dari kebutuhan yang ada sekitar 1,3 milyar rupiah, ” jelasnya.

Sebagai pribadi, dirinya menilai jika revitalisasi Pasar induk dan menggabungkan menjadi satu dengan Pasar Kodim menjadi satu atap dan representatif, dinilai lebih efektif ketimbang melakukan relokasi pasar ke tempat lain

Bahkan, jika konsep revitalisasi pasar Induk bisa dilaksanakan, bekas Pasar Kodim bisa digunakan untuk fasilitas lain seperti Parkir Center yang sangat ideal untuk mendulang pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi keberadaan pasar induk saat ini tidak memiliki lahan parkir yang memadai sehingga masyarakat yang berbelanja ke dalam pasar, kesulitan saat memarkir kendaraannya.

“Jika konsep revitalisasi Pasar Induk dan Pasar Kodim menjadi satu atap, dan adanya lahan parkir yang memada bagi kendaraan maka bisa mendulang pendapatan dari retribusi parkir yang lebih maksimal,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *