Pasca Gelombang Kedua Pandemi, Pemerintah Terus Dongkrak Bangkitnya Ekonomi Indonesia

ARAHPANTURA, Jakarta- Pemulihan ekonomi di Indonesia didukung oleh keberhasilan penanganan kasus covid-19 di Indonesia yang telah berhasil melewati puncak gelombang kedua.

Kasus harian covid-19 di Indonesia pada puncak gelombang ke-2 di Indonesia dimana pernah menyentuh angka 50.039 kasus harian, Kini kian melandai kasus harian covid-19 di Indonesia.

Pemerintah melakukan beberapa upaya untuk menjaga dan terus mengendalikan kasus covid-19 di Indonesia, beberapa upaya tersebut diantaranya adalah pelakasanaan program vaksinasi dan penerapan PPKM yang masih terus dilakukan.

Mentri keuangan, Sri Mukyani Indrawati mengatakan “Kemajuan yang terjadi ini memberikan rasa optimisme”.

Beliau juga berharap, apa yang menjadi harapan nya akan diterjemahkan kedalam kegiatan social dan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemulihan ekonomi ditunjukkan dengan membaiknya indikator ekonomi.

Baca Juga:Terkumpul 2 Ton Sampah di Pesisir Kesenden, Hasil Sinergitas PMI Kota Cirebon Bersama Pemerintah Daerah

Aktivitas masyarakat berada dalam tren kenaikan yang ditunjukkan pada google mobility report dari sisi retail and recreation, grocery and pharmacy, maupun secara agregat yang meningkat. Aktivitas di tempat penjualan ritel menuju level positif dan penjualan kebutuhan sehari-hari masyarakat semakin meningkat.

Dari sisi konsumsi, aktivitasnya berangsur membaik meskipun masih tertahan. Hal ini ditunjukkan melalui retail sales index dan Mandiri spending index yang mengalami kenaikan sebagai indikasi peningkatan konsumsi. Namun tingkat kepercayaan masyarakat untuk kembali melakukan konsumsi masih lebih rendah dari sebelum Covid.

Baca Juga:Pentingkah Manajemen Kualitas Udara Untuk Keamanan Anak Saat Belajar di Ruangan Kelas? Ini Penjelasannya!

Sisi produksi juga mengalami perbaikan. Aktivitas produksi meningkat guna memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri.
Adanya surplus neraca perdagangan US$ 4,74 miliar tertinggi dalam sejarah Indonesia turut membuktikan pemulihan perekonomian. Kinerja ekspor terutama didorong melalui peningkatan volume ekspor utama seperti CPO, batubara, dan besi baja.

Sementara kinerja impor didorong karena adanya permintaan domestik untuk kebutuhan industri serta konsumsi.

“Ini menggambarkan pemulihan ekonomi yang cukup solid yang kita harapkan akan terus berjalan,” tegas Sri Mulyani.*

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *