Pembangunan Tertunda Akibat Pandemi, Ini Yang Akan Dilakukan Pemkot Cirebon di Tahun 2022

ARAHPANTURA, CIREBON – Akibat Pandemi Covid-19 banyak program pembangunan di Kota Cirebon tidak berjalan selama 2 tahun ini. Sejumlah perencanaan pun akhirnya harus tertunda.

Dengan semakin membaiknya situasi Covid-19 di Indonesia khususnya di Kota Cirebon. Wakil Wali Kota menegaskan pembangunan dan inovasi akan dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon pada 2022 mendatang.

“Tentu banyak yang akan kami lakukan tahun depan,” tutur Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat menghadiri Forum Inovatif Komunikasi Pembangunan Daerah (Kopdar) di Kabupaten Bogor, Selasa (30/11/2021).

Agenda Forum Inovatif Kopdar dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, serta kepala daerah dari 27 kabupaten dan kota se-Jabar.

Dijelaskan Eti, untuk mencapai visi SEHATI, tahun depan Pemda Kota Cirebon merancang kembali pembangunan daerah. “Tentu dengan tetap memberikan alokasi anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19,” tutur Eti. Dengan begitu tidak akan terjadi berkali-kali refocusing anggaran.

Baca Juga: Kasus HIV-AIDS di Kota Cirebon Tinggi, Ini Upaya KPA

Dana sebesar Rp 82,3 miliar disiapkan Pemda Kota Cirebon di pos Belanja Tak Terduga (BTT) khusus untuk penanganan Covid-19 di tahun depan. “Selanjutnya kita akan membangun dan berinovasi,” tutur Eti.

Sejumlah pembangunan yang sempat tertunda sebelumnya akan dilakukan. Seperti penataan kota tua, peningkatan jalan Siliwangi-Kartini, dan lainnya. “Termasuk mengundang investor untuk dapat berinvestasi di Kota Cirebon,” ujar Eti. Pemda akan mengajak investor untuk bersama-sama membangun Kota Cirebon. Sehingga pembangunan tidak hanya mengandalkan APBD.

Penguatan di sektor pariwisata juga akan dilakukan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang saat ini berdiri sendiri membuktikan komitmen kuat Pemda Kota Cirebon untuk serius menangani wisata. Sehingga sektor pariwisata dapat menggerakkan roda perekonomian di Kota Cirebon.

“Tentu dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes),” tegas Eti. Eti juga meminta dukungan kepada semua pihak, termasuk seluruh masyarakat. Sehingga perekonomian di Kota Cirebon dapat terus membaik.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada kesempatan itu meminta kepada setiap kepala daerah di Jabar untuk melakukan lompatan-lompatan inovasi. “Kami dorong agar daerah ketok pintu untuk investasi-investasi di luar. Supaya tidak hanya mengandalkan APBD dalam membangun wilayahnya,” tutur Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil.

Kang Emil juga berharap, di tengah pandemi ini, sektor pariwisata tetap dapat melompat dengan inovasi dan pendekatan baru. Sehingga sektor wisata dapat bertahan dalam badai. “Tingkatkan pariwisata yang sudah terbukti selama Covid-19 itu adalah sumber pendapatan yang luar biasa. Tinggal diatur prokesnya,” tandas Kang Emil.

Baca Juga: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sentil  Soal IPM Brebes Paling Buncit

Perekonomian di Jabar pada 2022 mendatang berdasarkan laporan tahunan Bank Indonesia bakal cerah. “Ada prediksi ekonomi bahwa Jabar tahun 2022 ekonominya akan cerah dan riang gembira. Karena semua elemen-elemen ekonomi di laporan tahunan BI semuanya membaik,” tutur Kang Emil.

Untuk itu, Kang Emil mengingatkan agar bupati dan walikota tidak sampai merusak tren ekonomi positif ini karena masyarakatnya mengabaikan prokes dan pengawasan pemda yang lemah.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *