Pembelian Pupuk Bersubsidi Berbelit, Picu Faktor Penyerapan Kurang Maksimal

Anggota Komisi II DPRD Brebes, Sudono dan Mustolah menanggapi soal pupuk bersubsidi /ist
ARAH PANTURA, BREBES – Menanggapi pernyataan Direktur Utama Pupuk Kujang, Maryadi, yang mengatakan penyerapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Brebes, hingga menjelang akhir tahun 2021 belumlah maksimal. 
Direktur Utama Pupuk Kujang, Maryadi menjelaskan jika di Kabupaten Brebes mendapat alokasi 38.208 ton urea dan 12.983 ton pupuk organik tahun 2021 ini. Namun sayangnya, penyerapan pupuk urea bersubsidi di Brebes masih di kisaran 76 persen.
Komisi II DPRD Kabupaten Brebes menilai wajar jika penyerapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Brebes belum maksimal, dikarenakan petani masih kesulitan membeli pupuk bersubsidi tersebut.
Anggota Komisi II DPRD Brebes, Mustolah,  Minggu (28/11) pagi mengatakan jika pemanfaat pupuk subsidi di Kabupaten Brebes belum  maksimal karena ada beberapa kendala.
“Kendala penyerapan pupuk bersubsidi tidak maksimal, karena banyak petani yang masih bingung pemakaian kartu tani, ini mungkin karena masih kurangnya sosialisasi cara penggunaan kartu” ujar Anggota Komisi II DPRD Brebes, Mustolah.
Keberadaan Kios Pupuk Lengkap (KPL) yang menyediakan pupuk bersubsidi, jauh dari jangkauan lahan pertanian. Petani justru lebih mudah mencari pupuk bersubsidi yang dijual bukan di KPL, sehingga harga pupuk subsidi sama dengan harga pupuk non subsidi.
“Tidak terjangkaunya penyedia pupuk bersubsidi di KPL yang jauh dari lahan pertanian, banyak petani akhirnya mencari pupuk bersubsidi yang lebih dekat yaitu di kios yang bukan KPL, sehingga harganya sama tak beda dengan yang non subsidi,” ungkap Anggota Komisi II DPRD Brebes itu.
Sementara Anggota Komisi II lainnya, Sudono, menuturkan jika pupuk subsidi penyerapannya tidak maksimal.
“Gimana pupuk bersubsidi mau terserap,. wong petani membeli dengan tidak paket lengkap,  ada KPL yang menolak mengeluarkan pupuk karena KPL sendiri harus menebus lengkap juga,” tutur Sudono yang juga Anggota  Komisi II DPRD Brebes.
Dari temuan Komisi II DPRD Brebes soal distribusi pupuk bersubsidi, ada beberapa catatan seperti adanya penjual pupuk subsidi dijual bukan di KPL.  kasus ini terjadi di beberapa Kecamatan di kabupaten Brebes, contoh di Kecamatan Bantarkawung, ada penjual pupuk subsidi di jual oleh toko biasa bukan KPL dgn harga yg tinggi hampir dengan harga Rp. 150 Ribu perkantongnya.
DPRD Brebes juga meminta kepada Pemkab Brebes untuk menata kembali distribusi pupuk bersubsidi agar petani tidak kesulitan dalam membelinya. Pengawas pupuk bersubsidi ditingkatan line III hrs bs bergerak dan bisa menjalankan fungsinya.***
Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *