Pembentukan Provinsi Cirebon Raya Menuai Pro dan Kontra

ARAHPANTURA, CIREBON, — Rencana pembentukan Provinsi Cirebon Raya, rupanya sudah sampai ditahap deklarasi yang dilakukan oleh sejumlah kelompok beberapa waktu lalu.

Ada pro dan kontra yang ditimbulkan dari mencuat kembali keinginan sejumlah pihak tersebut, namun pemerintah daerah Kota dan Kabupaten Cirebon tidak berkomentar baik mendengar kabar ini.

Justru saat dikonfirmasi oleh para awak media, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, jelas menampik kesediaannya mendukung pembentukan Provinsi Cirebon Raya, ia menegaskan bahwa tidak tertarik dengan hal tersebut.

“Saya tidak tertarik untuk membahas pembentukan povinsi baru, kita hanya memikirkan untuk bisa mengembangkan Jawa Barat,” ujarnya.

Menurut Azis, ada sebuah pekerjaan yang lebih penting dari pada memikirkan pembentukan provinsi baru, lebih baik memikirkan upaya menekan angka Covid-19.

“Pembentukan provinsk baru itu butuh biaya yang tidak sedikit, jangan memaksakan ada provinsi baru, disaat tugas harus melindungi rakyat dari virus Covid-19,” ucapnya.

Baca Juga: Gempa Susulan Masih Terjadi, Warga Sirampog Dirikan Tenda

Ia mengaku, ditahun 2012 situasi saat itu menyebabkan perlu adanya tanda tangan mendukung pembukukan soal provinsi baru, namun dukungan dari masyarakat minim.

“Sempat terjadi komunikasi untuk mengurus pembentukan provinsi baru tersebut, namun ajakan tersebut saya tolak, mengenai ada penggunaan nama saya dalam pengurusan pembentukan provinsi baru saya tegaskan saya tidak tau,” tambahnya.

Dilain kesempatan, Bupati Cirebon, Imron Rosadi, mengaku belum mengetahui paparan mengenai hal tersebut, yang dirasa perlu dijelaskan sebelumnya.

“Jangan sampe pemekaran ini terjadi, tujuannya apa, akan ada potensi akibat apa dari pemekaran ini dan jangan sampai membuat pengeluaran kurang stabil,” kata Imron.

Imron menjelaskan claim surat keputusan persetujuan pembentukan provinsi baru jangan sampai merusak kemaslahatan masyarakat.

“Jadi kita harus tau dulu, ini untuk kemaslahatan umat atau hanya kepentingan politik, kalau hanya kepentingan politik lebih baik tidak usah dilanjutkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Kota Cirebon Masih Level 3, Sekda Mengeluh

Kedua pemimpin daerah nampaknya tidak mengindahkan hal tersebut, tidak demikian dengan Anggota DPR RI Komisi VI, Dr. Ir. H.E Herman Khaeron, M.Si yang mendorong percepatan pembentukan provinsi baru.

“Pembentukan provinsi baru ini perjuangan kami sudah lama, kajian sudah komprehensif mulai dari sarana prasarana kantor, tetapi karena sudah masuk moratorium jadi sempat terhenti,” ungkapnya.

Menurut Kang Hero sapaan akrabnya, persiapan kajian yang sudah matang tersebut hanya menunggu pertimbangan dari Mochamad Ridwan Kamil, ST.,M.Ud. (*)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *