Pemerintah Tambah Kuota Penerima BSU Sebanyak 1,6 Juta Peserta

ARAHPANTURA – Pemerintah RI akan menambah kuota BSU (Bantuan Subsidi Upah) sebanyak 1,6 juta peserta.

Sebelumnya pemerintah hanya membagikan BSU Rp1 juta untuk 8,7 juta peserta. Namun, mengingat adanya kelebihan alokasi anggaran BSU milik pemerintah, maka kuota peserta BSU pun ditambah.

Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bahwa untuk kriteria penerima nantinya tetap sesuai usulan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Bantuan subsidi upah diperluas. Di mana tadinya hanya diberikan untuk mereka yang di level IV dan II targetnya 8.783.350 dengan dipa Rp8,7 triliun. Ini diharap bisa dilaksanakan dan tidak ada perubahan kriteria. Akan ada 1,6 juta pekerja dengan anggaran Rp1,6 triliun,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (26/10).

Baca Juga: Kemnaker Salurkan BSU, Tegaskan Tidak ada Potongan

Seperti diketahui jika bantuan subsidi upah diberikan sebagai bantuan pemerintah bagi masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Bantuan Pemerintah berupa subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja/Buruh bertujuan untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi pekerja/buruh dalam penanganan dampak Covid-19.

Sementara soal bantuan sosial (bansos) lewat kartu sembako sebesar Rp300.000 per bulan, Airlangga mengatakan akan cair pada akhir tahun ini.

Bantuan akan diberikan kepada masyarakat yang sudah terdata di 35 kabupaten/kota prioritas.

Khususnya yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem sesuai data BPS. Bantuan ini disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

“Akan ada top up kartu sembako. Ini menggunakan dana optimalisasi di Kemensos di mana November-Desember masing-masing Rp300 ribu. Diberikan kepada 35 kabupaten Kota prioritas. Terutama untuk penanganan kemiskinan ektrem,” kata Airlangga.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *