Pemkab Brebes Akan Gunakan 3 Sumber Dana ini Atasi Kemiskinan Ekstrem, Salah Satunya Dana Desa

ARAHPANTURA, BREBES – Pemkab Brebes bergerak untuk mengatasi kemiskinan ekstrem dampak pandemi Covid-19.

Untuk itu, Pemkab akan menghimpun potensi pendanaan dari sejumlah pihak guna mengentaskan kemiskinan. Dimana pendanaan tersebut bersumber dari CSR perusahaan, Dana Desa dan Baznas.

Sekda Pemkab Brebes, Djoko Gunawan usai rapat penanggulangan kemiskinan di Pendopo Brebes menjelaskan, jika pemerintah sudah berkomitmen mengentaskan kemiskinan ekstrem dengan memanfaatkan potensi sumber dana CSR, dana desa dan Baznas.

“Jadi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Brebes, kita bersinergi dengan melibatkan pihak pihak potensial lain, ada Baznas dan dana CSR perusahaan untuk ikut mengatasi terhadap kemiskinan ekstrem,” ujar Sekda Brebes, Senin (11/10).

BACA JUGA: 17,02 Persen Penduduk Brebes Masuk Kategori Miskin, Ini Upaya Pemkab

Djoko juga memaparkan jika Pemkab Brebes telah melakukan pemetaan terkait soal kemiskinan itu. Selanjutnya, akan ditentukan langkah langkah yang akan ditempuh dengan mengoptimalkan penggunaan APBD. Selain itu, pihaknya juga akan memanfaatkan juga dari dana desa dalam pengentasan kemiskinan.

“Kami sudah mulai memetakan terkait hasil ini serta upaya upaya yang akan dilakukan. Artinya dengan optimalisasi pemanfaatan APBD kita, juga terhadap dana desa yang ada saat ini. Jadi kita bersinergi juga melibatkan pihak potensial lain ada Baznas dan dana CSR perusahaan untuk ikut mengatasi terhadap kemiskinan ekstrem,” ungkapnya.

Sekda malanjutkan, pihaknya sudah melakukan pemutakhiran data warga yang masuk miskin ekstrem. Hasil pemutakhiran ini telah memunculkan angka 30 ribuan warga yang masuk katagori miskin ekstrem.

“Data kemarin setelah dilakukan pemutakhiran di Brebes ada sekitar 30 ribuan warga yang masuk miskin ekstrem. Mereka disebut katagori miskin ekstrem karena memiliki penghasilan di bawah Rp 12 ribu perhari,” kata Djoko.

Sementara anggota Komisi IX DPR RI, Dewi Aryani meminta Pemkab Brebes untuk dilakukan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) lebih dulu, sebelum menangani kemiskinan ekstrem.

Hal ini karena DTKS ini, kata Dewi Aryani menjadi dasar pemerintah pusat maupun pemkab dalam memberikan bansos.

“Saya membahasnya lebih yang mendasar. Dasarnya itu adalah DTKS. Data ini akan jadi dasar Pemerintah Pusat maupun pemkab dalam memberikan bansos. Bansos ini merupakan salah satu perangkat dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem tadi,” jelasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *