Pengembangan Kawasan, Harusnya Diimbangi Penyediaan Gudang Bawang Merah di Saat Panen Raya

Kabid Perdagangan Dinkopumdag Brebes, Maryono. /Arah Pantura

ARAH PANTURA, BREBES – Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes, Maryono, saat menghadiri pertemuan Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Minggu (14/11) kemarin, menyoroti persoalan harga bawang merah yang terus anjlok di saat panen raya.

Menurut Kabid perdagangan Dinkopumdag Brebes itu, mengatakan jika persoalan bawang merah kita tidak bisa bicara lokalan di kabupaten Brebes semata. Karena persoalan harga komoditas bawang merah sudah bersifat nasional.

“Kondisi bawang merah berpengaruh pada sentra sentra bawang lainnya, seperti di Jawa Tengah bahkan sentra bawang merah yanga ada di luar Pulau Jawa, setelah adanya kebijakan pemerintah tentang pengembangan kawasan wilayah yang setiap tahun mencapai 5000 hektar untuk dikembangkan tanaman bawng merah. Ini sebagai salah satu yang menjadikan harga bawang merah tidak stabil disaat panen raya,” ujar Kabid Perdagangan Dinkopumdag Brebes, Maryono.

Kami dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Brebes berharap agar kebijakan yang bisa diambil pemerintah yakni kebijakan tunda jual disaat panen.

“Di sejumlah titik sentra bawang merah harus ada tunda jual untuk mengendalikan harga bawang merah di pasaran. Namun kebijakan tunda jual itu, harus diimbangi persediaan sarana dan prasarana yakni menyediakan gudang gudang bawang merah,” tegas Kabid Perdagangan Dinkopumdag Brebes tersebut.

Kabid Perdagangan Dinkopumdag Brebes itu juga berharap agar Kementrian Perdagangan bisa memperbanyak pendirian gudang-gudang bawang merah di sejumlah daerah yang menjadi sentra produksi bawang merah.

“Dengan tersedianya gudang bawang merah seperti itu, petani bisa menyimpan bawang merah disitu yang tentunya dengan jangka waktu tertentu sehingga disaat harga mulai menggeliat petani bisa menjualnya, “ungkap Kabid Perdagangan Dinkopumdag Brebes

Hal ini menurut Kabid Perdagangan Dinkopumdag Brebes Maryono, bisa dilakukan jika pemerintah pusat bersedia untuk investasi yang besar membangun gudang bawang merah dengan Sistem Resi Gudang (SRG) menggunakan teknologi Control Athmosphere Storadge (CAS)

“Jika ini bisa dilakukan pemerintah pusat, mestinya akan berpengaruh pada kestabilan harga bawang merah secara nasional. Apalagi saat ini gudang bawang merah yang dimiliki Bulog yang terbatas, pihaknya belum mengetahui akan kebijakan Bulog untuk menyimpan bawang merah milik petani.,” Pungkas Kabid Perdagangan Dinkopumdag Brebes, Maryono.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *