Pentingkah Booster Jika Sudah Vaksin Sinovac 2 Kali, Ini Penjelasannya

ARAHPANTURA – Berdasarkan penelitian, antibody yang dihasilkan dari vaksinasi akan menurun seiring berjalannya waktu diperkirakan terjadi selama 6 bulan.

Pandemi yang belum usai, tentunya sangat penting pemberian booster. Terlebih untuk mencegah adanya penurunan antibody tersebut.

Menurut penelitian Sinovac yang dirilis Juli lalu, memang terbukti adanya penurunan setelah 6 bulan. Hanya 16,9% dan 35,2% orang yang diteliti di 2 kelompok dengan masing-masing 50 peserta berusia 18-59 tahun yang masih memiliki antibodi di ambang batas.

Program vaksinasi di Indonesia dimulai pada 13 Januari 2021. Pada saat itu, Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat serta figur publik menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin dengan merek Sinovac.

Pada saat itu juga dimulai fase pertama program vaksinasi yang dikhususkan bagi para tenaga kesehatan. Artinya, bagi yang telah mendapatkan vaksin pada bulan Januari-Februari, maka dapat dipastikan antibodi telah menurun pada Juli-Agustus 2021. Namun seperti yang sudah diketahui, para tenaga kesehatan sudah terlebih dahulu mendapatkan booster berupa vaksin Moderna.

Baca Juga: Demo Buruh Ricuh Tuntut Kenaikan UMK di Brebes

Di akhir bulan Februari, vaksinasi diberikan kepada para lansia dan juga petugas publik. Artinya sudah berjalan lebih dari 6 bulan dan tepat pada bulan Agustus-September, antibodi telah menurun.

Kemudian pada Juli 2021, vaksinasi bagi masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas di mulai. Bagi yang baru mendapatkan vaksinasi terhitung pada Juli hingga saat ini, antibodi yang dimiliki belum berusia 6 bulan.

Jadi, orang yang sudah divaksinasi lengkap sebelum Juli 2021 kini sudah harus mendapatkan booster lantaran antibodi yang dimiliki telah berusia lebih dari 6 bulan.

Walau sudah banyak dari warga Indonesia yang antibodinya menurun setelah 6 bulan, bukan berarti sudah tak ada lagi proteksi yang dimiliki. Vaksin menghasilkan sel memori di dalam tubuh yang akan terbangun apabila sewaktu-waktu terdapat virus corona yang masuk.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *