Perang Sarung Jelang Sahur di Slawi Tegal Tewaskan 1 Orang Remaja, Begini Video Saat Tawuran Terjadi

Perang sarung di Slawi Tegal, tewaskan 1 remaja. /Ist

ARAH PANTURA, TEGAL – Fenomena Perang sarung telah merambah sejumlah daerah di bulan puasa ini. Di Kabupaten Tegal misalnya, perang sarung yang melibatkan dua kelompok remaja terjadi di Kelurahan Procot Kecamatan Slawi pada Minggu (10/4) dini hari kemarin.

Dimana saat tawuran terjadi, terlihat 2 kelompok remaja saling serang menggunakan senjata tajam, pentungan, hingga kain sarung yang telah diberi batu atau benda lainnya.

Seorang remaja harus meregang nyawa akibat tawuran tersebut, yakni Catur Setiawan (18) seorang pelajar SMKN 2 Slawi yang merupakan warga Kelurahan Procot, Kecamatan Slawi.

Korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr Soesilo Slawi, sebelum akhirnya meninggal dunia pada Minggu malam.

Bahkan aksi perang sarung itu sempat terekam video yang di unggah di Facebook oleh akun INFO SEPUTAR TEGAL.

Petugas pemulasaran jenazah RSUD dr Soesilo Slawi, Ida mengungkapkan korban mengalami luka parah di kepala. Korban sempat mendapatkan perawatan namun akhirnya tidak tertolong.

“Luka yang paling parah yang di kepala, sampai pecah. Mungkin itu kena benda tumpul seperti batu,” ungkapnya.Minggu (10/4) malam.

Sementara kakak korban, Eko (30) saat ditemui di ruang jenazah RSUD dr Soesilo mengaku tidak tahu secara detail terkait kejadian yang menewaskan adiknya. Namun saat itu, korban sempat pamit akan pergi ronda sebelum sahur.

“Saya gak tahu kejadiannya seperti apa. Korban hanya pamit mau ronda. Ternyata kejadiannya seperti ini,” katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda mengatakan telah terjadi tindak pidana penganiayaan secara bersama – sama di depan SMPN 3 Slawi yang menyebabkan korban meninggal dunia.

BACA JUGA :  Kadinkes Brebes Mengaku Tidak Mengetahui Plesiran Petugas Kesehatan Puskesmas Tonjong

“Korban dalam keadaan kritis dan dilarikan ke rumah sakit. Kemudian pada malamnya dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Ditanya Kasat menambahkan pihaknya masih melakukan penyelidikan perkara untuk mengetahui lebih lanjut motif dan siapa pelakunya. sejauh ini kami telah memintai keterangan 10 saksi dari kedua kelompok yang sementara kita amankan.

“Kita masih melakukan pendalaman untuk menentukan tersangka,” pungkasnya.

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.