Peternak Telur Ayam Sempat Terpuruk Hingga Jual Aset Saat Harga Telur Anjlok

Ismu Broto, Kepala DPKH Brebes /ist

ARAH PANTURA, BREBES – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Brebes, dr. Ismu Subroto, (12/11) menyambut baik harga telur yang mulai naik dipasaran. Pasalnya sebelum kenaikan harga telur selama beberapa bulan para peternak ayam di Kabupaten Brebes terpuruk, bahkan tidak sedikit harus menjual aete miliknya untuk menutupi kerugian.

Kepala DPKH Brebes, Ismu Broto, mengatakan telur ayam sempat mengalami fluktuasi harga di tingkat peternak. Fluktuasi harga itu terjadi kurang lebih selama lima bulan. Harganya sempat terjun jauh di bawah BEP, Rp. 14 ribu per kilogram. Sementara untuk BEP telur ayam ini adalah Rp. 18 ribu/kg.

“Saat terjadi fluktuasi harga dii tingkat peternak, selama 5 bulan harga telur jatuh hingga mencapai 14 ribu per kilogramnya. Padahal harga standar minimal sesuai BEP harusnya bisa terjual 18 ribu rupiah per kilonya,” ujar Kepala DPKH Brebes.

Kepala DPKH Brebes juga menjelaskan, meskipun di tingkat peternak harga telur ayam sudah mulai relatif stabil, namun saat ini para peternak ayam belum mendapatkan untung banyak untuk bisa menutup kerugiannya selama terjadi fluktuasi harga. Hal ini lantaran para peternak di Kabupaten Brebes sempat menjual aset mereka untuk bisa bertahan.

“Mereka sempat bertahan dengan menjual aset untuk menutup kerugian. Sebab saat itu harga pakan untuk ayam petelur juga sempat naik. Apalagi anjloknya harga telur ayam terjadi selama berbulan – bulan, ” pungkas Kepala DPKH Brebes Ismu Broto.

Seperti diberitakan sebelumnya, jika saat ini harga telur ayam dipasaran, dalam sepekan terakhir sudah mulai mengalami kenaikan yakni 25 ribu rupiah per kilo, dari sebelumnya yang hanya Rp. 20 ribu/kg.”””

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *