Polisi Bongkar Pengoplos Gas Elpiji Bersubsidi di Brebes

Dua tersangka kasus pengoplosan gas elpiji bersubsidi /Arah Pantura.

ARAH PANTURA, BREBES –Tim Unit Tipiter Polres Brebes berhasil membongkar kasus pengoplosan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram ke tabung gas elpiji 12 kilogram yang terjadi di wilayah Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes, Jumat (16/09/22) siang.

Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto melalui Kasatreskrim AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda mengungkapkan, pihaknya telah menangkap 2 pelaku pengoplos gas elpiji bersubsidi 3 kilogram ke dalam gas elpiji 12 kilogram, yakni MK (37) warga Kecamatan Jatibarang dan satu pelaku lainnya yakni WN warga Kota Pekalongan.

“Kami mendapatkan laporan masyarakat, dan setelah kami selidiki ternyata benar pelaku tengah mengoplos gas elpiji subsidi ke dalam gas berisi 12 kilogram,” kata AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda

Dari hasil penyelidikan, tersangka MK mengakui untuk satu gas elpiji 12 kilogram akan diisii 4 tabung gas 3 kilogram, dan dirinya dijual kepada seorang warga Pekalongan dengan harga satu tabung gas 12 kg, Rp. 117 ribu.

“Oleh tersangka WN warga Pekalongan kemudian dijual lagi ke pasaran dengan harga Rp. 200 ribu, sehingga keduanya memperoleh keuntungan pribadi dan selama mereka beroperasi, negara dirugikan hingga mencapai lebih dari Rp. 1,5 miliar,” ungkap Kasatreskrim Polres Brebes.

Jajaran Satreskrim Polres Brebes menunjukkan barang bukti kasus pengoplosan gas elpiji bersubsidi. /Arah Pantura.

Jajaran Satreskrim Polres Brebes menunjukkan barang bukti kasus pengoplosan gas elpiji bersubsidi. /Arah Pantura.

Selain mengamankan kedua pelaku, pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, 44 tabung 12 kg dalam kondisi kosong, 10 tabung ukurang 3kg, 7 tabung bright gas ukuran 12kg dan sejumlah barang bukti lainnya termasuk kendaraan yang digunakan oleh pelaku sebagai sarana melancarkan aksinya.

BACA JUGA :  BMKG Perkirakan Hujan di Brebes Bulan Desember, Pemkab Lakukan Ini

“Untuk pelaku MK (pengoplos) dikenakan Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak gas dan bumi dengan ancaman lima tahun penjara. Dan untuk pelaku WN (yang menjual ke masyarakat) dikenakan Pasal 481 dengan ancaman 15 tahun penjara,” tegas AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda.

Sementara itu, Perwakilan Pertamina Tegal Deki Wahyu mengapresiasi atas terungkapnya kasus pengoplosan LPG bersubsidi oleh Jajaran Satreskrim Polres Brebes. Pertamina menghimbau ke masyarakat jika ada indikasi penyalahgunaan atau pengoplosan LPG bersubsidi mohon disampaikan kepada pihak berwajib.

“Kami mengapresiasi atas terungkapnya kasus kasus pengoplosan ini oleh Polres Brebes. Ke depan, kami juga menghimbau masyarakat agar melaporkan ke kami atau ke Kepolisian jika ada kegiatan atau indikasi pengoplosan di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *