Polisi Minta Maaf Soal Viralnya Video Usir Warga Saat Pembagian BPNT Yang Belum Vaksin Booster, Begini Klarifikasinya

Video viral polisi saat usir warga belum vaksin booster saat penyaluran BPNT. /Ist

ARAH PANTURA, BREBES – Viral di media sosial, sebuah video yang menampilkan oknum polisi dengan nada tinggi mengusir warga yang belum vaksin ketiga atau booster saat antrean pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun facebook Bram Irianto dengan aplikasi Snack Video berdurasi 27 detik pada Rabu (20/4) ini.

Pengunggah memberikan narasi di status facebooknya: “Seorang anggota polisi melarang penerima manfaat BLT untuk mencairkan BLT Bila belum di vaksin Booster.”

Dalam video terlihat kerumunan yang mayoritas perempuan. Polisi yang berdiri di tengah kerumunan kemudian meminta warga yang belum vaksin ketiga agar tidak dilayani.

Hal itu, menurutnya sesuai dengan peraturan seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo.

“Tidak vaksin ketiga, tidak dilayani. Perintah sama perintah presiden, semua vaksin dulu,” katanya polisi tersebut dalam video yang beredar.

Disela-sela oknum polisi tersebut berbicara, terdengar suara seorang perempuan ikut berbicara dengan suara keras.

“Bukan Puskesmas Kaligangsa ya bu, bukan Puskesmas Kaligangsa,” kata perempuan yang hanya terdengar suaranya.

Polisi itu kemudian melanjutkan bicaranya. “Silahkan mari vaksin dulu, mari vaksin sampai ketiga, keluar cepat, keluar… ” katanya.

Oknum polisi tersebut kemudian mempersilahkan panitia pembagian BPNT untuk membagikan kepada warga yang sudah vaksin ketiga.

Kapolsek Brebes AKP Wagito saat dikonfirmasi wartawan memembenarkan bahwa polisi dalam video yang viral adalah anggotanya.

Saat itu anggotanya telah melakukan pengamanan penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di Balai Desa Kaligangsa Wetan, Kecamatan/Kabupaten Brebes, pada Senin (18/4) yang lalu

BACA JUGA :  Telan Korban Jiwa, Damkar Jinakan 3 Sarang Tawon Vespa di Pakijangan

“Betul. Yang pertama kami memohon maaf atas kejadian video yang viral tersebut. Meskipun video terpotong tidak utuh,” kata Wagito saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/4) siang.

Wagito mengatakan, saat penyaluran BPNT, anggota Polsek sedang berjaga melakukan pengamanan agar berjalan aman dan lancar. Pasalnya, acara hari itu juga dihadiri ratusan warga yang berdesak-desakan.

“Ada sekitar 400 warga yang akan menerima. Maka kami ingatkan juga agar menjaga prokesnya,” kata Wagito.

Menurut Wagito, yang disampaikan anggotanya dalam video adalah semata-mata agar pembagian BPNT berjalan lancar dan sesuai aturan.

Salah satunya, agar yang diberikan BPNT prioritasnya adalah yang sudah vaksin booster sesuai aturan.

Sementara yang belum diarahkan ke Puskesmas Kaligangsa untuk vaksin booster. Untuk selanjutnya kembali ke Balai Desa untuk menerima BPNT.

“Ada beberapa warga yang belum vaksin booster, karena memang syaratnya harus vaksin booster. Karena kebetulan balai desa dekat dengan puskesmas, maka kami arahkan agar vaksin dulu ke puskesmas,” tegasnya

Wagito menegaskan, jika anggotanya sama sekali tidak melarang warga untuk menerima BPNT.

“Yang jelas polisi tidak melarang warga menerima bantuan. Namun memang syaratnya harus vaksin booster,” pungkasnya.***

Video lihat dibawah ini

https://youtube.com/shorts/Itwaoxbcdbg?feature=share

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.