Polres Ciko Tangkap Enam Tersangka Pengedar dan Pengguna Shabu

ARAHPANTURA, CIREBON – Jajaran Polres Cirebon Kota berhasil menangkap enam orang tersangka kasus penyalahgunaan Narkotika jenis shabu.

Dari enam tersangka, dua diantaranya AS warga Desa Mertasinga Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon dan MPS warga Klayan Kecamatan Gunungjati Cirebon yang merupakan pengedar.

AS ditangkap depan Indomart Jl. Desa Mertasinga, Gunung jati Kabupaten Cirebon. Kemudian hasil pengembangan tersangka MPS ditangkap di Klayan Kecamatan Gunungjati Cirebon.

Dari tangan AS dan penggeledahan di rumahnya, petugas menemukan barang bukti narkotika jenis shabu sebanyak 10,88 gram dan 5 butir pil ekstasi.

Sementara dari rumah tersangka MPS barang bukti shabu siap edar seberat 1,22 gram. Mereka mengakui merupakan pengedar jaringan Surabaya.

Baca Juga:Hasil Razia Jelang Nataru, Satnarkoba Polres Tegal Musnahkan Ribuan Botol Miras Berbagai Merek

Dari pengakuan tersangka MPS, barang haram tersebut didapat dari seorang warga Surabaya dengan sistem transaksi secara langsung, saat berada di wilayah Surabaya dan dikonsumsi di wilayah Cirebon.

Sementara 4 orang tersangka lainnya, yakni RM (Sopir), SR (Kernet), GR (Sopir), dan HW (Kernet) dikatagorikan sebagai pemakai.

Ke empatnya ditangkap Kamis 23 Desember saat sedang menepi di depan Pabrik Jafa Commfeed Jl. Ahmad Yani Kel. Pegambiran Kec. Lemahwungkuk Kota Cirebon. Mereka saat itu mengaku tengah perjalanan dari Jakarta menuju Lombok NTB.

“Pengungkapan bermula saat petugas tengah melakukan patroli wilayah. Lalu melihat sebuah mobil truk box Hino dan truk box Isuzu yang sedang dalam kondisi berhenti untuk ditepi jalan. Saat didekati dan dilakukan pemeriksaan ternyata supir dan kernetnya sedang mengkonsumsi narkotika jenis sabu sabu didalam mobil truk itu,” ungkap Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar didampingi Kasat Narkoba, AKP Tanwin Nofiansyah saat jumpa pers di Mako setempat, Sabtu 25 Desember.

BACA JUGA :  Pandemi Tak Menjadi Halangan, Tahfidz Center Gelar Tasmi Qur'an

Kapolres menyebutkan, petugas langsung melakukan penggeledahan dan ditemukan sejumlah barang bukti.

Masing-masing berupa dua alat hisap sabu dan satu buah pipet kaca, empat buah handphone dengan berbagai merk, satu unit mobil box merk Hino dan satu unit truk box merk Isuzu.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 112 Ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Selanjutnya, Pasal 114 Ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Permenkes No.14 tahun 2021 tentang perubahan penggolongan Narkotika dengan ancaman pidana mati.

“Pidana penjara seumur Hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 Miliar dan paling banyak Rp.10 Miliar subsider 3 bulan,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.