PT KAI Daop 3 Cirebon Tertibkan Bangunan Liar Sekitar Jalur Rel

ARAHPANTURA, CIREBON – Dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, hari ini, Rabu, 15 Desember 2021, personil PT KAI Daop 3 Cirebon sebanyak 75 orang dibantu oleh unsur kewilayahan, melaksanakan kegiatan penertiban 34 bangunan liar yang berdiri di sekitar jalur rel KM 231+950 s/d KM 232+100 (Stasiun Luwung – Stasiun Sindang Laut), di wilayah Desa Buntet dan Desa Mertapada – Kab. Cirebon. Jalannya progres penertiban ini berjalan lancar dan aman, berkat adanya kesadaran dari para pemilik bangunan liar yang menyadari bahwa bangunan tersebut berdiri di lahan yang bukan semestinya.

“Sebelumnya, pihak PT KAI Daop 3 Cirebon telah melaksanakan kegiatan persuasif kepada para pemilik bangunan liar yang berdiri di lahan PT KAI tersebut. Selanjutnya, PT KAI Daop 3 Cirebon memberikan Surat Peringatan 1, 2 dan 3 agar para pemilik bekerja sama untuk pembongkaran bangunannya. Pada hari ini, PT KAI Daop 3 Cirebon menertibkan dan membantu membongkar 2 bangunan yang belum semuanya terbongkar. Diharapkan dengan tidak adanya bangunan liar ini, bisa mengembalikan fungsi pondasi pendukung jalur rel dan jembatan rel ke fungsi semula, sehingga perjalanan kereta api tetap aman dan lancar,” Jelas Suprapto.

Baca Juga: Ayah Dan Anak Ditangkap Polisi Karena Terlibat Komplotan Pencuri Kerbau

Adapun kronologis tahapan sosialisasi sebelum dilaksanakan kegiatan penertiban tersebut di antaranya sebagai berikut :

• Tanggal 1 Desember 2021 : Pemberian Surat Peringatan Ke-1 kepada para pemilik bangunan liar bersama Aparat Desa Meratapada, Babinsa dan Babinkamtibmas.

• Tanggal 2 Desember 2021 : Pertemuan dengan Ketua Yayasan Buntet Pesantren Cirebon dan Kapolsek/ Eskternal.

• Tanggal 6 Desember 2021 : Pemberian Surat Peringatan ke- 2 bersama Aparat Desa Meratapada.

• Tanggal 7 Desember 2021 : Rapat dan Evaluasi di Polsek Astanajapura.

• Tanggal 9 Desember 2021 : Pemberian Surat Peringatan ke- 3 bersama Aparat Desa Meratapada.

Sesuai dengan peraturan yang terdapat dalam UU No:23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, masyarakat dilarang mendirikan bangunan dan melakukan aktifitas lainnya di wilayah sekitar jalur rel. Karena hal ini sangat membahayakan bagi keselamatan masyarakat, serta berpotensi menggangu kelancaran perjalanan kereta api. Adapun pasal dalam UU No: 23 Tahun 2007 yang mengatur terkait sanksi bagi masyarakat yang membangun bangunan liar di sekitar jalur diantaranya :

*UU No: 23 tahun 2007, Pasal 192*
““setiap orang yang membangun gedung, tembok, pagar, tanggul, dan bangunan lainnya, menanam jenis pohon yang tinggi, atau menempatkan barang pada jalur kereta api, yang dapat mengganggu pandangan bebas dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api sebagaimana dimaksud dalam pasal 178, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)”.

*UU No: 23 tahun 2007, Pasal 199:*
“setiap orang yang berada di ruang manfaat jalan kereta api, menyeret barang di atas atau melintasi jalur kereta api tanpa hak, dan menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api yang dapat mengganggu perjalanan kereta api sebagaimana dimaksud dalam Pasal 181 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyal Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah)”.

“Kami berharap agar masyarakat mendukung dan mematuhi akan peraturan yang tertuang dalam UU No: 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, sehingga pelanggaran terkait pemanfaatan lahan di sekitar jalur rel dengan mendirikan bangunan liar, tidak terjadi lagi. Karena hal ini sangat membahayakan bagi keselamatan masyarakat sendiri,” pungkas Suprapto.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *