Puluhan Nelayan Kejawanan Tolak PNBP Sektor Perikanan

ARAHPANTURA, CIREBON, — Puluhan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) berkumpul di tempat pelalangan ikan (TPI) Kejawanan, sejak kamis pagi, mereka menolak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada sektor perikanan, yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 85 tahun 2021.

PP tersebut menurut para nelayan sangat membebani, pasalnya pajak yang dikeluarkan dalam setaun mencapai ratusan juta, kenaikan itu tentu jauh berbeda dengan sebelum PP tersebut dikeluarkan.

Hal tersebut disampaikan salah satu Pemilik Kapal, Ramlan Pandapotan, dalam aksinya ia bersama nelayan lain membentangkan sejumlah sepanduk berisi penolakan.
Baca juga:Petugas BPBD Temukan Retakan Tanah di Atas Bukit Pascagempa Sirampog

“Kenaikan pajaknya bisa sampai 300 sampai 400 juta pertahun, biaya pajaknya sangat berat, pajaknya berlaku mulai bulan ini,” ujarnya.

Ramlan menambahkan, besar kecilnya pajak yang keluarkan dalam PP tersebut berdasarkan ukuran perahu dan alat tangkap yang digunakan.

“Biasanya membayar pajak pertahun hanya 250 juta, tapi ini bisa sampai 900 juta pertahun, padahal kita bergantung hanya pada tangkapan dilaut yang kadang dapat dan kadang tidak dapat tangkapan,” jelasnya.

Sementara itu, ikut dalam aksi tolak PP Nomor 85 tahun 2021, Ketua HNSI Kota Cirebon, Karsudin, menambahkan para anggotanya merasa sudah taat dalam membantu pendapatan anggaran daerah (PAD) Pemerintah Daerah Kota Cirebon.

Baca Juga:Ratusan Nelayan Keluhkan Sedimentasi, Lurah Kesenden Beri Solusi

“Terperincinya pada PP nomor 86 dan 87, mengatur secara teknis yang memberatkan kepada nelayan, saya mohon kepada pak presiden dan pak menteri bisa memperhatikan nelayan di Kota Cirebon atau seluruh nelayan di Indonesia,” ungkapnya.

Disamping itu, saat awak wartawan mendatangi Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan ( PPN Kejawanan ) Cirebon, tidak bisa memberikan keterangan terkait aksi tersebut. ***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *