Puskesmas Bumiayu Gelar Vaksin Boster Hingga Malam Hari, Karena Faktor Ini

Puskesmas Bumiayu menggelar Vaksin Boster pada malam hari. /Ist

ARAH PANTURA, BREBES – Capaian vaksinasi ke 3 atau booster yang masih rendah di Kabupaten Brebes yakni baru sekitar dibawah 30 persen. Puskesmas Bumiayu gebrakan untuk menggelar vaksin boster tidak hanya pada siang hari

Namun, untuk menggenjot vaksinasi selama bulan Ramadan vaksinasi juga digelar pada malam hari.

Kepala Puskesmas Bumiayu dr. Ali Budiarto mengungkapkan vaksinasi malam hari dilakukan untuk menggenjot capaian vaksinasi sesuai dengan perintah Bupati Brebes melalui Dinas Kesehatan.

‘Alhamduillah ratusan warga antusias mengikuti vaksinasi di malam hari lantaran pada siang hari mereka yang umumnya kaum muslim menjalankan ibadah puasa. Selain juga sibuk beraktivitas aktivitas keseharian seperti para pedagang pasar,” ujar dr. Ali Budiarto, Jumat (08/4) malam.

Beliau berharap dengan digelarnya vaksinasi pada malam hari, bisa membantu Pemkab Brebes dalam mengejar target capaian vaksin boster.

“Kami ditarget bisa vaksinasi warga hingga Mei tahun 2022 harus sudah mencapai 70 presen, dan itu bukan merupakan pekerjaan yang mudah,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan vaksnasi dosis 3, kata dia, dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama diikuti oleh 50 pedagang dari 860 pedagang.

“Kita juga akan melaksanakan vaksinasi tahap 2 pada 13 April 2022 mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Inneke Tri Sulistyowati mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan kepada masing-masing kepala puskesmas di Kabupaten Brebes untuk melakukan percepatan vaksin dosis 3 atau booster.

Inneke menyebut, jika vaksin malam hari menjadi salah satu alternatif untuk menggenjot capaian vaksinasi.

“Sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, saat ini kita berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti vaksin boster. jadi setiap hari di puskesmas ada vaksin, baik pagi maupun malam hari. Tapi kalau vaksin malam hari baru ada di beberapa puskesmas,” kata Ineke Tri Sulistyowati.

BACA JUGA :  Pria Dipasung Puluhan Tahun Akhirnya Dirujuk Dinsos Brebes Ke Rumah Sakit

Ia menyatakan, jika vaksinasi booster menjadi salah satu syarat masyarakat mudik atau melakukan perjalanan. Jika sudah mengikuti vaksinasi dosis 2, maka untuk bisa mudik masyarakat harus segera mengikuti vaksin booster.

Ia menerangkan, jika belum mengikuti vaksin dosis 2, maka masyarakat harus swab antigen untuk bisa mudik. Sedangkan bagi masyarakat yang sama sekali belum mengikuti vaksinasi maka harus tes PCR untuk bisa mudik ke kampung halaman.

“Masyarakat harus memahami bahwa vaksinasi booster ini sangat diperlukan karena menjadi syarat hal apapun, termasuk menerima bantuan sosial (bansos),” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.