RAPBD Disetujui, Walikota Harapkan Recofusing tak Hambat Pembangunan

ARAHPANTURA, CIREBON – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) sudah disetujui Walikota dan DPRD Kota Corebon, dalam Rapat Paripurna di Ruang Griya Sawala Gedung DPRD Kota Cirebon, Senin (22/11) kemarin.

Sesuai ketentuan perundang-undangan, rancangan peraturan daerah yang telah disetujui akan disampaikan kepada gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat paling lambat tiga hari sejak tanggal persetujuan. Selanjutnya Gubernur Jabar akan melakukan evaluasi sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., juga mengungkapkan bahwa penanganan Covid-19 masih dianggarkan pada APBD 2022 mendatang. “Kita wajib antisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan,” tutur Azis. Dengan telah dianggarkan pada 2022 mendatang diharapkan tidak terlalu banyak refocusing anggaran seperti yang terjadi tahun ini.

Untuk anggaran 2022, lanjut Azis, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon berencana mengejar ketertinggalan. “Harapannya di 2022 dan 2023 rencana pembangunan untuk mencapai visi dan misi tercapai,” tutur Azis.

Baca Juga: Beredar di Medsos Menteri BUMN Minta Pertamina Gratiskan Toilet di SPBU

Sejumlah pembangunan besar direncanakan dilakukan tahun depan. Seperti penataan kota tua di sekitar Jalan Yos Sudarso, BAT, dan pasuketan. Ada pula peningkatan jalan Siliwangi-Kartini termasuk peningkatan fungsi trotoar dan perbaikan drainase. “Anggarannya sudah kami siapkan. Konsentrasi mengejar ketertinggalan,” tutur Azis.

Sementara itu juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah menjelaskan Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah bersama-sama menyelesaikan pembahasan dan penyusunan RAPBD Kota Cirebon tahun anggaran 2022. Dengan rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 541,43 miliar, pendapatan transfer sebesar RP 912,37 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 5 miliar.

Sedangkan untuk pos belanja ada alokasi belanja operasi sebesar Rp 1,23 triliun, belanja modal Rp 137,18 miliar, dan belanja tidak terduga (BTT) Rp 82,3 miliar. “Sesuai surat edaran kemendagri untuk BTT 5 persen dari APBD tapi alhamdulillah Kota Cirebon bisa lebih,” tutur Handarujati.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *