Ratusan Pengemudi Ojol Geruduk Balai Desa Jadimulya Cirebon, Polisi Sebut Masalah Sudah Selesai

ARAHPANTURA, Cirebon – Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) di Cirebon menggeruduk Balai Desa Jadimulya, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Senin (31/1). Hal tersebut dipicu karena adanya perkataan dari konsumen kepada salah satu pengemudi Ojol.

Dalam percakapan chat melalui aplikasi Ojol dengan konsumen yang tersebar di dunia maya, terdapat kata-kata kasar yang dilontarkan konsumen kepada salah satu pengemudi Ojol.

Dari percakapan tersebut, pengemudi Ojol tak langsung menemui titik pengiriman, bahkan pengemudi Ojol sempat melewati titik pengiriman.

Atas hal tersebut memicu kekecewaan teman-teman Ojol lainnya. Sehingga, ratusan pengemudi Ojol mendatangi Balai Desa Jadimulya untuk meminta klarifikasi dan motif apa konsumen tersebut mengeluarkan kata-kata kasar.

Ketua Keluarga Besar Online Cirebon Raya (KBOCR), Iswanto saat dihubungi melalui pesan singkat mengatakan berdasarkan informasi, kejadian terjadi semalam. Pengemudi Ojol bernama Asep, lanjut Iswanto, mendapatkan orderan ke Jadimulya.

“Jadi yang orderan ke Jadimulya itu salah titik, tetapi memberitahukan dengan cara kasar ke drivernya berulang-ulang. Perkataan kasar itu menyinggung perasaan para driver yang ada di wilayah Ciayumajakuning,” ujar Iswanto.

“Sehingga, kehadiran kami ke Balai Desa Jadimulya untuk meminta klarifikasi dari beliau, motif apa sampai berkata kasar. Dan tadi sudah meminta maaf dan klarifikasi di Balai Desa Jadimulya disaksikan Kapolsek dan Kepala Desa,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Gunung Jati Polres Cirebon Kota, AKP A. Majid mengatakan kejadian tersebut berawal dari kesalahpahaman konsumen yang telah menyampaikan kata-kata yang tidak layak disampaikan kepada pihak driver Ojol.

BACA JUGA :  Goa Sunyaragi Akan Kembali Gelar Pertunjukan Seni Gratis Bagi Wisatawan

BACA JUGA: Begini Cara Buat NPWP Online Terbaru Melalui Laman erag.pajak.go.id

“Dengan adanya kata-kata tersebut, pihak Ojol merasa tersinggung. Kemudian mereka sempat datang ke rumah konsumen, karena situasi jalan sempit akhirnya kita ajak mediasi di balai desa,” ujar Majid saat ditemui di Kantor Balai Desa Jadimulya.

Berdasarkan hasil mediasi, kata Majid, konsumen sudah meminta maaf kepada pihak Ojol, atas kekhilafan dan kecerobohan atas lontaran kata-kata kasar pada saat pengiriman barang yang dia pesan.

“Pihak Polsek melakukan pengamanan, mediasi dan himbauan-himbauan kepada pihak Ojol. Dan Alhamdulillah pimpinan dari pihak Ojol, mereka merasa terbantu oleh pihak kami dan pihak desa dalam menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Arkiman, Kuwu Jadimulya, Kecamatan Gunung Jati mengatakan permasalahan antara konsumen dan driver Ojol bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Menurutnya, kita dalam menggunakan media sosial harus bisa bijak.

“Kami berharap dari kejadian ini bisa menjadi pelajara bagi kita semua,” singkatnya. (aboutcirebon)

BACA JUGA: Pemkot Cirebon Target Jumlah Wisatawan di 2022 Menjadi 4 Juta Orang, Mampukah? 

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.