Relokasi 2 Pasar Tradisional di Brebes Disiapkan Anggaran Rp 80 Milyar

ARAHPANTURA, BREBES-Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes, ditahun 2022 berencana akan merelokasi pasar tradisional untuk dipindahkan dengan membangun 2 pasar baru.

Dimana pembangunan dua pasar yang menelan anggaran kurang lebih Rp80 miliar tersebut, telah diajukan dan sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2022.

Kepala Bidang Perdagangan Dinkopumdag Brebes, Maryono mengatakan, jika kedua pasar yang akan direlokasi tersebut , yakni Pasar Belakang Kodim Brebes dan Pasar Seng (Induk) Bumiayu. Maryono juga menambahkan jika pembangunan kedua pasar itu, karena mendasari faktor kelayakan, lantaran kedua pasar di Brebes maupun di Bumiayu dinilai kurang representatif.

“Pasar Belakang Kodim direlokasi karena disitu sudah ada Pasar Induk Brebes, sedangkan Pasar Seng Bumiayu, kerap menimbulkan kemacetan karena akses lalulintas yang begitu padat. Jadi keduanya kurang representatif,” kata Maryono. (17/10).

Baca Juga: Cak Imin Siap Maju Capres 2024, Ini Alasannya

Maryono merinci, anggaran untuk pembangunan Pasar Seng Bumiayu yang telah diajukan adalah senilai Rp 56,7 miliar. Sedangkan untuk pembangunan Pasar Belakang Kodim yang nantinya akan direlokasi ke Jalan Raya Brebes-Jatibarang, tepatnya di Desa Wangandalem, yang direncanakan akan menelan anggaran hingga Rp24 miliar.

Sedangkan untuk pembangunan Pasar Seng Bumiayu akan dilakukan di lahan milik Pemkab Brebes yang berada sebelah barat Terminal Bumiayu. Disini ada lahan milik Pemkab seluas 15 ribu meter persegi tersebut, akan dibangun pasar dengan luas 55×99 meter persegi.

“Rencana luas bangunan itu kurang lebih 55×99 meter sesuai dengan desain gambar yang telah dibuat. Rencana ini baru masuk KUA-PPAS, dan belum masuk pada pembahasan APBD tahun 2022,” terang Maryono.

Maryono menambahkan, nantinya para pedagang di sejumlah pasar akan dialihkan untuk berjualan di pasar Seng Bumiayu. Di antaranya pedagang di pasar Kalierang sekitar 860 pedagang, kemudian para PKL yang berjualan di Jalan Pangeran Diponegoro jumlahnya sekitar 120 pedagang, serta PKL di Jalan Akhmad Dahlan sekitar 50 pedagang.

Jadi total pedagang yang akan direlokasi di Pasar Seng jumlahnya sekitar 1.030 pedagang. Mudah-mudahan di tahun ini direalisasikan karena rencana pembangunan ini sempat tertunda karena untuk penanganan pandemi Covid-19,” ungkap Maryono.

Lebih jauh Maryono menerangkan, untuk relokasi Pasar Belakang Kodim akan dipindahkan ke Jalan Raya Brebes-Jatibarang, tepatnya di Desa Wangandalem. Nantinya, Pemkab Brebes akan membangun pasar di lokasi tersebut dengan memanfaatkan lahan milik Pemkab Brebes seluas 70×110 meter. Pembangunan pasar tersebut akan menelan anggaran Rp24 miliar.

“Pasar Belakang Kodim perlu direlokasi karena nantinya akan ada penataan di wilayah perkotaan,” ujar Maryono.

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *