Ribet Urus SKTM, Ibu dan Bayi Asal Desa Krasak Ditahan RSUD Brebes

ARAHPANTURA, BREBES – Seorang ibu bernama Muhayah (28 tahun) warga RT 06 RW 01 Desa Krasak Brebes sempat ditahan di rumah sakit usai melahirkan.

Muhayah dan bayinya diduga tertahan di rumah sakit selama empat hari karena tidak bisa menyelesaikan pembayaran dan administrasi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai pasien kurang mampu.

Suami Muhayah, Kasmui (35 tahun) mengaku kebingungan untuk pulang karena tidak ada jaminan pembiayaan persalinan.

Awal tertahannya ibu dan bayinya ini, berawal saat mengurus pembuatan surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk proses persalinan di RSUD Brebes.

Kasmui sempat mengurus SKTM itu dengan mendatangi kantor desa hingga Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Brebes untuk mendapatkan rekomendasi. Namun setelah dicek, ternyata namanya tidak tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

BACA JUGA: Guru Agama di Brebes Duduki Gedung DPRD, Ajukan 4 Tuntutan Ini

Mereka pun tak bisa memenuhi administrasi rumah sakit di hari itu. Namun pihak rumah sakit akhirnya memperbolehkan pasien pulang dengan jaminan berupa uang sebanyak Rp 5,5 juta.

Uang jaminan itu akan dikembalikan ke pihak pasien jika SKTM sudah jadi. Pihak pasien akhirnya berusaha mencari hutang sebanyak itu, namun sayangnya tidak bisa mendapatkannya.

“Saya baru boleh pulang kalau ada jaminan berupa uang sekitar Rp5,5 juta,” ujar Muhayah saat ditemui di rumahnya Senin (18/10).

Setelah 4 hari, beruntung ada seorang warga yang bersedia menjadi penjamin dengan menandatangani surat pernyataan.

Muhayah diperbolehkan pulang dengan catatan SKTM harus tetap diurus. Ia akhirnya pulang pada Minggu malam (17/10) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kepala Bidang (Kabid) Perawatan RSUD Brebes, Mudiharso mengatakan, dari awal keluarga pasien memang menyatakan akan menggunakan SKTM, namun syarat itu belum disertakan.

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *