Ribuan Bungkus Jamu Mengandung Bahan Kimia Obat, Ditemukan BPOM di Brebes

Kepala Balai BPOM Semarang, Sandra M P Linthin, menjadi narasumber Kegiatan Informasi, Komunikasi dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan, yang diselenggarakan Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani, di Brebes. /Ist

ARAH PANTURA,BREBES – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, menemukan ribuan bungkus jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) dijual bebas di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, baru-baru ini.

Ribuan bungkus jamu yang mengandung zat berbahaya yang telah disita dan dimusnahkan. Hal ini terungkap saat Kepala Balai BPOM Semarang, Sandra M P Linthin, menjadi narasumber Kegiatan Informasi, Komunikasi dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan, yang diselenggarakan Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani, di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Kamis (03/3) pagi.

“Kemarin, teman-teman kami mendapati produk jamu yang ditambahkan BKO di Kecamatan Bumiayu. Tapi, kami melakukan pembinaan. Jadi, produknya dimusnahkan kurang lebih ada 1700 pcs, baik yang botolan maupun bentuk dus,” ungkapnya.

Sandra M P Linthin membeberkan temuan jamu yang mengandung zat berbahaya ditemukan di salah satu toko online kosmetik yang produknya tidak memiliki izin BPOM. Toko online kosmetik itu sudah dilakukan penindakan.

“Sementara kami segel toko dan produknya, besok mungkin kami akan gelar kasusnya di kantor. Apakah produk ini sudah memiliki dua alat bukti, karena minimal dua alat bukti untuk kami ajukan ke pidana,” bebernya.

Pihak BPOM Semarang akan terus mengencarkan sosialisasi sehingga bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, supaya masyarakat atau konsumen yang cerdas, baik dalam mengonsumsi obat-obatan dan makanan, kosmetik, dan suplemen kesehatan.

Pengawasan juga akan dilakukan di tempat-tempat dan di sarana yang menjual, memperdagangkan, atau memproduksi obat-obatan, kosmetik, dan jamu.

“Tentunya yang kita awasi adalah peredarannya, sehingga konsumen harus tetap dijamin keamanan, mutu dan khasiatnya,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kasihan, 52 Anak di Brebes Jadi Korban Kekerasan Seksual Sepanjang 2021

Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani mengatakan, pihaknya mengingatkan kepada pihak terkait untuk memantau secara berkala toko obat atau apotek kecil yang mungkin menjual obat.

Pihaknya sering mendapat laporan kemasannya sama, isinya juga sama, tetapi ternyata palsu. Pengawasan terhadap peredaran obat-obatan di Brebes diminta harus lebih ditingkatkan, karena sangat rawan apalagi menjadi daerah lintasan antarprovinsi.

Apalagi sebagai jalur perlintasan, semua yang akan masuk wilayah Jateng, baik dari Jawa Barat maupun DKI Jakarta akan melewati wilayah Brebes.

“Saya mengajak masyarakat Brebes supaya meningkatkan kewaspadaan, keamanan, ketertiban, dan melibatkan semua pihak,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.