Sanksi Tegas Bagi Sekolah di Kota Cirebon yang Masih Gelar Study Tour ke Luar Kota

ARAH PANTURA, Cirebon,- Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon akan memberikan sanksi bagi pihak sekolah yang melanggar Surat Edaran (SE) Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat terkait pelaksanaan study tour.

Pj Wali Kota Cirebon, H Agus Mulyadi menyebut sanksi tegas tersebut diberikan jika masih ada sekolah di Kota Cirebon yang masih menyelenggarakan study tour ke luar kota.

Sebelumnya Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengeluarkan surat edaran (SE) terkait pelaksanaan study tour. SE tersebut dibuat buntut dari kecelakaan bus pariwisata yang membawa rombongan SMK Lingga Kencana Depok hingga membuat 11 orang meninggal dunia di Ciater Subang, Jawa Barat, Minggu (12/5/2024) lalu.

“Pak Gubernur sudah memerintahkan kepada kami (Pemkot) dan mengeluarkan surat edaran untuk study tour atau kegiatan luar sekolah, lebih diprioritaskan kepada potensi-potensi lokal yang ada. Baik yang berkaitan dengan destinasi, maupun wisata lainnya yang mendukung UMKM,” ujar Agus Mulyadi, Selasa (14/5/2024).

Bagi sekolah-sekolah yang sudah merencanakan kegiatan study tour, menurut Agus, untuk bisa ditinjau ulang yang berkaitan dengan urgensi tujuan.

Agus meminta agar tujuan kegiatan study tour di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) saja dan jangan ke luar kota.

“Supaya resikonya bisa kita tekan. Tapi kalau sudah memiliki rencana dan sudah berkontrak, kami minta mitigasi secara teknis dan manajemen terkait dengan pengelolaannya untuk bisa disampaikan terlebih dahulu ke Dinas Pendidikan (Disdik). Untuk kendaraan yang akan digunakan, mohon rekomendasi dahulu dari Dinas Perhubungan,” jelasnya.

“Agar kita yakini bahwa kendaraan yang digunakan itu layak untuk berangkat, termasuk supir,” sambungnya.

BACA JUGA :  The Leader Harapkan Kota Cirebon Dipimpin Ulama dan Umara

Agus memastikan, bila persyaratan yang sudah ditentukan belum terpenuhi, kegiatan study tour tersebut tidak diijinkan untuk berangkat.

Jika tetap ingin berangkat, Agus tegaskan untuk penuhi persyaratan terlebih dahulu.

“Dari kejadian tersebut, kita bisa mengambil sebuah evaluasi. Secara formal, Pak Gubernur sudah menindaklanjuti dalam bentuk surat edaran. Dan kami sedang menyusun surat edaran ini dan surat edaran ini tidak hanya berlaku untuk tahun ini, tapi juga untuk tahun-tahun berikutnya,” tegas Agus. (HSY)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. Anto berkata:

    Klo mau melapor kemana ya? Di sekolah anak saya masih aja bandel sekolahnya. Rencana awal ke lembang bandung karna ada kejadian kecelakaan itu diganti ke semarang. Padahal kan jelas edarannya tp tetep ja ke luar kota dengan harga tuor 780k/siswa ke semarang pdhal sebelumnya ke jogya aja cuma 500k/siswa.

  2. Jecko berkata:

    Rejeki, maut Allah yg nentuin boz

  3. As berkata:

    Siswa perlu dibawa ke luar daerah supaya mempunyai pengalaman dan motivasi bukan di batasi, jadi kapan orang itu mengenal wilayah yang ada diseluruh Indonesia ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *