Shin Tae-Yong Belajar Agama Islam di Indonesia, Ternyata Ini Tujuannya

ARAHPANTURA – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong ternyata belajar soal agama Islam.

Tujuan Shin Tae-yong melakukan ini agar dapat beradaptasi dan mampu menyusun program latihan Timnas Indonesia tanpa menganggu waktu ibadah personel skuad Garuda.

“Sejak awal, saya mencoba memahami budaya Islam. Ada seorang dokter di Jakarta yang merupakan penganut agama Islam. Saya memintanya untuk bercerita soal agama Islam selama kurang lebih tiga jam,” kata Shin Tae-yong dikutip dari media Korea Selatan, Sportalkorea.

“Saya belajar hal soal Islam dari sana, terutama bagian-bagian mana yang harus diperhatikan. Saya berjanji kepada pemain dan pelatih (lokal) untuk terus menghormati waktu beribadah mereka,” lanjut pelatih asal Korea Selatan tersebut.

“Saya juga akhirnya tahu ibadah itu bisa dilakukan pada waktu tertentu. Saya melakukannya dengan baik tanpa merasakan ketidaknyamanan dalam latihan,” tegas pelatih yang membawa Seongham Ilhwa Chunma juara Liga Champions Asia 2010 tersebut.

Shin Tae-yong sebelumnya sempat mengunjungi Korean Cultural Center yang berada di Jakarta. Saat itu, juru taktik 51 tahun itu bertujuan belajar budaya Islam di sana.

“Pelatih Shin Tae-yong tiba di Indonesia pada 8 Desember 2019. Fokusnya untuk memahami budaya dan karakter islami pemain-pemain Indonesia,’ tulis media Korea Selatan, Yonhap.

“Sehari setelahnya, Shin Tae-yong mengunjungi Korean Cultural Center di Indonesia dan mendengar ceramah dari pakar budaya Islam. Pelatih Shin menunjukan minat aktif dengan mengajukan sejumlah pertanyaan,” lanjut Yonhap.

BACA JUGA: Suara Adzan di Indonesia Disoroti Media Asing, Ini Aturan Penggunaan Pengeras Suara Masjid

“Pelatih Shin bertanya, ‘Apakah pemain Iran berpuasa selama Ramadhan? Benarkah diizinkan jika hanya salat dua kali dari lima waktu’,” tanya Shin Tae-yong.

Berselang dua tahun, Shin Tae-yong sudah mengenal betul budaya dan karakter orang Indonesia. Kini, Shin Tae-yong tengah membangun tim kompetitif, tak hanya untuk bersaing di level Asia Tenggara, tapi juga Asia. (ard)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *