Sudah Murah Mungkinkah Harga PCR Disubsidi, Ini Penjelasannya

ARAHPANTURA – Keputusan Pemerintah terkait penetapan harga PCR dinilai sudah sangat murah yakni, Rp 275 ribu untuk pulau Jawa-Bali dan Rp 300 ribu untuk luar wilayah itu. Namun, nilai itu dinilai masih memberatkan.

Sejumlah pihak ingin harga itu diturunkan dengan mendapat subsidi.
Mungkinkah harga PCR ada subsidi dari Pemerintah, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, menegaskan layanan tes PCR tak perlu subsidi. Dia menyebut bahwa harga tes PCR sudah murah.

“Harganya sudah murah dan tidak perlu subsidi ya, bahkan banyak penerbangan yang sudah bundling dengan harga tes PCR dan harganya juga sudah sangat murah,” jelas Siti Nadia saat dihubungi kumparan, Minggu (14/11).

Usulan subsidi untuk tes PCR juga datang dari Wakil Ketua DPR RI Emanuel Melkiades Laka. Dia mengatakan biaya subsidi untuk tes PCR bisa dialokasikan dari anggaran Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

“Kalau di bidang penerbangan saja, pemerintah masih mensubsidi sejumlah maskapai agar penerbangan bisa masuk ke suatu daerah demi keadilan akses, seharusnya tes PCR juga biasa,” kata Melkiades beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Surati Kementan Agar Harga Bawang Merah Tidak Anjlok Berkepanjangan, Berikut Poin-poinnya

Selain Emanuel, Partai Buruh yang baru dibentuk serikat pekerja se-Indonesia meminta Presiden Jokowi turunkan lagi harga PCR menjadi Rp 100 ribu seperti di India.

Usulan itu disampaikan Presiden Partai Buruh yang juga Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Menurutnya, harga PCR bisa turun menjadi Rp 100 ribu dengan cara pemerintah memberikan subsidi Rp 200 ribu. Dia menilai, Jokowi perlu memberikan subsidi agar tidak berimbas kepada tenaga kesehatan yang melakukan tes PCR.

Berdasarkan Siaran Pers Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia HM.4.6/358/SET.M.EKON.3/10/2021, pada tahun 2021 ini subsidi untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah sebesar Rp 744,7 triliun.

Realisasi Program PEN pada tahun 2021 sampai dengan 22 Oktober telah mencapai Rp 433,91 triliun, atau 58,3 persen dari total pagu sebesar Rp 744,7 triliun.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *