Tahun Ini Pasar Muludan Diperbolehkan, Alun-alun Masih Direvitalisasi

ARAHPANTURA, CIREBON, — Kota Cirebon masuk dalam PPKM level 2, Pemkot Cirebon izinkan kegiatan pasar muludan dan kegiatan budaya lain dilaksanakan secara normal, namun tetap dengan penerapan protokol kesehatan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Cirebon Agus Mulyadi, saat dihubungi melalui sambungan telepon. Masih disampaikannya Gusmul tetap membatasi kegiatan yang menimbulka kerumunan sebanyak 50 persen.

“Kegiatan sosial budaya dan kemasyarakatan sudah boleh dengan protokol kesehatan, sekarang tidak dilarang tapi dibatasi, kita harapkan kegiatan yang menimbulkan kerumunan bisa dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen dan prokes ketat,” ujarnya.

Baca Juga:Audiensi Pendemo dan Dewan Buntu, Brigade 08 Ancam Lawan Jika Affiati Diganti

lanjut Gusmul, Beberapa kegiatan ekonomi masyarakat perlahan satu persatu diperbolehkan, dengan catatan masyarakat tidak abai protokol kesehatan.

“Kita minta itu diawasi, dengan situasi sekarang kita jangan sampai abai, mulai buka nih pasar dadakan bima sudah berjalan dan kegiatan ekonomi lain tapi prokes jangan abai,” katanya.

Terkait kegiatan pasar muludan, kata Gusmul akan segera dibicarakan dengan beberapa Keraton untuk disosialisasikan.

“Usaha yang untuk pemulihan ekonomi kita bisa dorong, pengawasannya bersama-sama dari Pol PP, TNI/ Polri, tapi tetap pelaksanan protokol kesehatan, dan pembatasan aktivitas kuncinya,” tambah Gusmul.

Aturan tersebut sesuai dengan Peraturan Imendagri nomor 47 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3 dan 2 di Wilayah Jawa- Bali.

Sementara itu, Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK) Cirebon, Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat, menambahkan terkait pelaksanaan pasar rakyat muludan yang biasanya diselenggarakan di Alun-alun Kesepuhan tahun ini ditiadakan.

“Tradisi muludan masih seperti dulu, bedanya tidak ada pedagang saja, tapi ini masih menunggu arahan pak sultan juga untuk kunjungan wisata yang biasanya sampai malem,” katanya

Ia mengaku tradisi menjelang pelal sudah berjalan, mulai dari mlabur, boreh, siraman dan tradisi yang sudah menjadi pakemnya

“Untuk sementara pedagang juga di tiadakan karena kondisinya sedang direvitalisasi, pedagang yang rutin saja sudah penuh, sudah banyak,” tukasnya. (*)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *