Tak Memiliki Biaya Berobat ke RS, Wanita Ini Dibiarkan Terbaring Selama 2 Bulan di Rumahnya

Seorang wanita di Brebes menderita sakit keras dan dibiarkan terbaring dirumahnya, /Arah Pantura

ARAH PANTURA, BREBES – Neni Triyana (28), seorang ibu beranak tiga, warga Rt 5 Rw 3 Desa Dukuhturi Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, selama dua bulan dibiarkan terbaring di sofa rumahnya.

Mantan buruh pabrik garmen, menderita sakit keras, namun belum diketahui jenis penyakit yang diidap wanita ini karena tidak pernah diperiksakan ke rumah sakit. ia sama sekali tidak bisa beraktifitas lantaran sakit yang dideranya.

Saat ditemui, Neni tidak bisa diajak untuk komunikasi. Dia terus menangis, mengerang kesakitan sambil memegang kepala bagian belakang.

Selain mengeluhkan sakit di kepala, Neni juga mengalami sakit di kedua kakinya. Di bagian jari kaki terdapat koreng koreng basah layaknya penderita diabetes.

Baca juga:


Wakil Rakyat Brebes Dukung Polisi Tertibkan Motor Knalpot Brong

ayah Neni, Warto (66), Rabu (19/01) siang, menerangkan, awalnya yang dirasakan sakit adalah bagian kaki. Tidak lama muncul koreng basah dan makin hari makin parah. Neni pun akhirnya hanya bisa berbaring dan tidak bisa beraktifitas.

Dua bulan belakangan, Neni mengalami sakit dibagian kepala. Sejak mengalami gangguan di kepala, Neni terus menerus merintih kesakitan. Bahkan Neni ini sering tidak tidur karena sakit yang dirasa.

“Sakitnya mulai parah sejak dua bulan terakhir. Awalnya sih sakit di kaki sampai muncul koreng. Kemudian sakit kepala,” ujar Warto.

Keluarga belum mengetahui jenis sakit yang dialami Neni. Alasannya, keluarga ini tidak memiliki biaya untuk periksa ke dokter. Selama sakit, Neni hanya pernah berobat ke klinik.

BACA JUGA :  Razia, Petugas Lapas Brebes Temukan Barang Ini di Kamar Warga Binaan

“Belum tahu penyakitnya apa, soalnya tidak pernah dibawa ke rumah sakit. Mau dibiaya ke rumah sakit, kami tidak biaya buat periksa,” ungkap Warto.

Neni adalah anak nomor delapan dari pasangan Warto dan Taris. Wanita malang ini memiliki tiga anak perempuan dan semuanya masih kecil. Suami Neni sejak tidak pernah pulang sejak setahun lalu.

Sebelum sakit, Neni sebenarnya bekerja sebagai buruh di pabrik garmen. Namun sejak sakit dan tidak bisa bekerja, semua kebutuhan anak Neni pun ditanggung oleh kakeknya, Warto

Ayah Neni ini sehari hari bekerja penarik becak. Penghasilan yang diperoleh tidak menentu dan bahkan pernah tiga hari berturut turut tidak mendapat penumpang.

“Mau tidak mau saya yang tanggung semuanya. Istri, anak (Neni) dan cucu cucu saya. Sementara saya sendiri hanya tukang becak. Sampai pernah saya nangis, cucu saya minta jajan tapi tidak ada uang,” sambung Warto.

Sementara itu, Kepala Desa Dukuhturi, Johan Wahyudi saat dikonfirmasi mengaku baru mengetahui ada warganya yang sakit keras dan tidak bisa berobat ke rumah sakit. Dia berjanji akan membantu mengurus administrasi agar bisa mendapat pengobatan graris.

“Akan segera kami cek kondisinya dan kalau kondisi keluarganya tidak mampu untuk membawanya berobat kami akan membantunya melalui SKTM,” pungkas Kades Dukuhturi.***

Baca juga: Gegara Diduga Jual Tanah Warga, Mantan Anggota DPRD Brebes Dilaporkan ke Polisi

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.