Terendam Banjir, Petani Bawang Merah Terpaksa Lakukan Ini

Petani bawang merah di Brebes terpaksa mamanen dini ketimbang merugi akibat terendam banjir. /Arah Pantura
ARAH PANTURA, BREBES – Sebagian besar lahan pertanian bawang merah di Kabupaten Brebes terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi pada Selasa (23/11) kemarin.
Salah satu wilayah terparah untuk lahan persawahan ini berada di Kecamatan Wanasari. Dimana tanaman bawang merah yang terendam berada di desa Lengkong, Cisalam, Sidamulya, Tanjung Sari, Wanasari, dan Desa Siasem.
Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari, Rabu (24/11) mengatakan jika akibat tanaman bawang merahnya terendam banjir, banyak petani terpaksa harus panen dini.
“Petani terpaksa memanen dini bawang merahnya yang masih berusia 40 hari. Ini terpaksa dilakukan dari pada petani merugi. Kalau tidak di panen dini bisa rugi banyak mas, karena tanaman bawangnya bisa membusuk,” Ujar Ketua ABMI.
Ketua ABMI yang juga petani asal Desa Sidamulya ini menjelaskan jika di Wilayah Kecamatan Wanasari saja ada sekitar 18 hektar tanaman bawang terendam. beruntung banyak petani bawang merah di Kabupaten Brebes yang sudah panen sebelum terjadi banjir.
“Untungnya sebelum banjir petani sudah banyak yang panen. Di Kecamatan Wanasari saja ada sekitar 18 hektar tanaman bawang merah yang terendam. Untuk setengah hektar tanaman bawang merah saja akibat banjir petani bisa rugi sampai 60 juta rupiah.” Kata ketua ABMI.
Kami menghimbau kepada petani jika sudah bisa dipanen karena cukup umur untuk segera bisa dipanen, karena cuaca saat ini diperkirakan dalam beberapa bulan ke depan masih banyak turun hujan.
“Kalu sudah cukup umur mending dipanen, tapi disimpan dulu jangan dibawa ke pasar karena harga bawang merah saat ini masih menurun,” terang Ketua ABMI.
Salah satu faktor terjadinya banjir yang merendamkan tanaman bawang merah di wilayah Kecamatan Wanasari karena Kali Layapan yang dangkal dan penyempitan.
‘Kami minta kepada pihak PSDA Taru Brebes bisa melakukan normalisasi Kali Layapan yang melintas disepanjang Desa di Kecamatan Wanasari. Biang keroknya disitu mas, selain dangkal juga adanya penyempitan,”pungkas Ketua ABMI Juwari.***
Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *