Terjerat Dana Desa, Kades Bangsri Ditahan Kejaksaan Negeri Brebes

Tersangka Kades Bangsri, Devi Ferdian Susanto (rompi orange) saat akan ditahan di Lapas Kelasw II B Brebes /ist

ARAH PANTURA, BREBES – Kepala Desa (Kades) Bangsri Kecamatan Bukakamba, Kabupaten Brebes, Devi Ferdian Susanto ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, pada Jumat (10/12) pekan lalu. Penahanan ini setelah Kades Bangsri ditetapkan tersangka oleh Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Brebes dalam kasus dugaan korupsi dana desa tahun 2019.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Brebes, Naseh, Senin (14/12) pagi, mengatakan, kasus dugaan korupsi ini sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Semarang. Kasus yang menjerat kepala desa di Kecamatan Bulakamba ini tengah menunggu tahap persidangan.

“Hasil penyidikan berkas perkara dinyatakan lengkap, dan tersangka sudah kami titipkan di Lapas Kelas IIB Brebes sejak Jumat kemarin,” kata Kasi Pidsus Kejari Brebes.

Baca juga: Lagi-lagi ditemukan Ada Pekerja Brebes Terlantar di Luar Jawa, Begini Penyebabnya

Kasi Pidsus Kejari Brebes ini, menjelaskan, jika tersangka diduga telah melakukan pelanggaran dalam mengelola keuangan Dana Desa tahun 2019 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp.101.820.000,00 (seratus satu juta delapan ratus dua puluh ribu rupiah).

Rinciannya, ialah anggaran kegiatan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) sebesar Rp.62.174.000,00; anggaran kegiatan Pelatihan MS Office bagi Perangkat Desa sebesar Rp.22.646.000,00; sisa anggaran pembelian mobil siaga sebesar Rp.17.000.000,00 (seharusnya untuk biaya modifikasi mobil siaga).

Dalam kasus ini, penyidik Kejari Brebes telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi dan satu saksi ahli.

Adapun tersangka Kades Bangsri, disangkakan Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999
Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Serta Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Untuk kami dari pihak kejaksaan Negeri Brebes melakukan penahanan terhadap tersangka dengan beberapa alasan, di antaranya dikhawatirkan tersangka melarikan diri; dikhawatirkan tersangka merusak atau menghilangkan barang bukti; dikhawatirkan tersangka mengulangi tindak pidana,” pungkas Kasi Pidsus Kejari Brebes Naseh.***

Baca juga: 4 Pasangan Mesum dan Miras Terjaring Razia Pekat Kota Cirebon

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *