Terkait Perjuangan TNI, Begini Sejarah Berdirinya Makodim 0713 Brebes

ARAHPANTURA, BREBES – Markas Komando Distrik Militer Makodim 0713 Brebes di Jl. Pangeran Diponegoro Kota Brebes ternyata memiliki sejarah penting bagi perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sejarahwan pantura asal Brebes, Wijanarto mengungkapkan jika sejarah berdirinya Makodim Brebes awalnya merupakan markas Komando Intel Tentara Nederlandsch Indische Civiele Administratie (NICA) atau Pemerintahan Sipil Hindia Belanda pada bagian Nevis (Intel Belanda) di tahun tahun 1945 hingga 1949,

Markas ini merupakan tempat untuk memata-matai pergerakan para pejuang Indonesia dalam mempertahankan Kemerdekaan RI.

Sejarahwan Pantura, Wijanarto berbincang bersama Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Haikal Sofyan./ Arah Pantura

“Nevis ini kemudian melakukan upaya untuk merebut kemerdekaan RI, dimana Markas NICA kala itu yang berada di jalan Deandles, dinilai strategis sebagai penghubung jalan antara Batavia untuk menuju Soerabaja, sekaligus sebagai tempat pengamatan pergerakan para pejuang Indonesia,” ujar Wijanarto.

BACA JUGA: Kapolres Brebes Ingatkan Bijak Gunakan Medsos, Ajak Personil Jangan Kemakan Hoax

Wijanarto menambahkan setelah peristiwa revolusi pada tahun 1945-1949, bangunan Makodim Brebes ini kemudian digunakan menjadi Markas Resimen Para Komnado Angkatan Darat (RPKAD) di tahun 1965.

“Saat adanya pemberontakan PKI di tahun 1965 silam, pasukan tentara dari Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Jakarta dikirim ke wilayah Brebes, untuk melakukan penumpasan orang orang PKI yang lari ke Brebes,” tambah Wijanarto.

Pasukan RPKAD atau yang kini dikenal dengan pasukan Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) lalu menempati bekas markas NICA ini, pada tanggal 7 Oktober 1965. Penempatan markas ini bertujuan untuk membasmi anggota PKI yang banyak melarikan diri ke sejumlah daerah termasuk ke Pantura Brebes.

Terlebih imbas dari pemberontakan G30S/PKI hingga di Brebes, yang menjadikan RPKAD mendirikan pos pos komando di Brebes, seperti di Kecamatan Tanjung dan di kota Brebes.

“Setelah kehadiran RPKAD di Brebes, lalu bersama ornas (organisasi nasional) yang ada, kemudian melakukan penyisiran untuk menumpas anggota PKI dari mulai wilayah Ciledug (Cirebon), hingga ke sejumlah daerah Brebes bagian tengah untuk membasmi gerakan kiri, yang mayatnya pada tanggal 18 Oktober 1965, dihanyutkan di Sungai Pemali,” Kata wijanarto.

Setelah penumpasan anggota PKI selesai, markas yang dulu ditempati pasukan RPKAD kemudian ditempati prajurit TNI hingga saat ini, yang dijadikan sebagai Makodim 0713 Brebes.

Sementara Dandim 0713/Brebes, Letkol Armed Haikal Sofyan, mengaku, dirinya baru mengetahui bahwa Makodim 0713 Brebes memiliki kandungan sejarah yang luar biasa.

Meski hingga kini belum ada catatan narasi sejarah. Namun pihaknya mendorong Pemkab Brebes untuk dapat mengupayakan agar sejarah perjuangan TNI khususnya di Brebes dapat dicatat untuk memberi pemahaman kepada generasi mendatang.

“Menurut saya ini harus ada catatan-catatan yang bisa diabadikan untuk pemahaman kepada generasi kita. Kami mendorong Pemkab Brebes agar lebih memperhatikan perjuangan TNI di Brebes,” ujar Dandim.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *