(Video) Cerita Korban Perampokan Travel Gelap Diancam Akan Dimutilasi

ARAH PANTURA, BREBES – Kasus perampokan pada seorang pemudik yang akan kembali ke Jakarta dengan menggunakan travel, viral setelah korban disekap dengan mata dan mulut ditutup dengan menggunakan lakban serta kaki dan tangannya diikat.

Korban lalu dibuang di sebuah warung yang berada di Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon, pada Rabu (11/5) malam lalu.

Korban yang diketahui bernama Riyanto (37) warga Jalan Khalid Timur Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jumat (13/5) siang mengungkapkan kronologis awal mula dirinya sampai menumpangi mobil travel yang ternyata kesemuanya adalah komplotan perampok.

“Awalnya saya akan kembali ke Jakarta untuk bekerja sebagai nahkoda kapal. Saya diantar istri ke pool bus di Klampok untuk menaiki bus. Kebetulan saat itu banyak pemudik yang mau naik bus sehingga saya tidak kebagian tiket,” ujarnya.

Disaat bersamaan beber Riyanto, ada orang yang mengaku sebagai warga Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba yang menawarkan diri untuk sama sama naik travel langganannya ke Jakarta.

“Bahkan, orang tak dikenal sempat membantu saya menawarkan tiket ke sopir travel dari harga tiket Rp200 ribu turun menjadi Rp150 ribu dan disetujui sopir travel tersebut.

Kemudian dari Klampok, korban dan orang tak dikenal itu naik travel menuju Jakarta dengan melintas Jalan Pantura.

Awalnya korban tidak curiga jika sopir dan 3 penumpang lainnya termasuk yang menawarkan tiket adalah kawanan perampok.

“Saat naik sudah ada penumpang dibelakang satu, ditengah satu penumpang bersebelahan dengan saya sementara orang yg menawarkan tiket duduk di jok depan samping sopir. Awalnya saya tidak curiga namun usai Melintasi gerbang tol kanci atau tepatnya sebelah barat pertigaan Pantura Kanci Cirebon, saya mulai disekap dan dipukuli,” jelasnya.

BACA JUGA :  KPU Brebes Datangi Kantor Gerindra, Tanyakan Soal Calon PAW Dewan

Didalam mobil korban mengaku disekap oleh kawanan perampok. Dimana kaki dan tangannya diikat, sementara mata dan mulutnya dilakban.

Sebelum diturunkan di wilayah Kecamatan waled Cirebon, HP milik korban yang dirampas sempat digunakan salah satu perampok untuk menelfon istri korban dan memintai uang sebesar Rp5 juta namun HP langsung dimatikan istri korban yang curiga.

“Didalam mobil saya dipukul beberapa kali termasuk bagian perut, disekap dan ditodongkan pisau saya mau dibunuh. Bahkan, perampok sempat mengancam akan memutilasi, ” ungkapnya.

Selain hp korban dirampas, uang dalam dompet sebesar Rp200 ribu, termasuk kartu ATM nya juga diambil.

“Saya dipaksa untuk menyebut nomor PIN, dan mereka ke ATM mengambil uang sebesar Rp400 ribu yabg masih tersisa di saldo ATM,” bebernya.

Korban yang masih mengingat kejadian apes yang menimpanya, kini memilih istirahat terlebih dulu dirumah bersama istrinya, sebelum memutuskan kembali untuk kembali ke Jakarta.

“Saya berharap masyarakat lebih hati-hati memilih travel, pilihlah travel resmi jangan travel gelap. Saya juga berdoa agar pihak kepolisian bisa secepatnya mengungkap kasus perampokan yang dialaminya,” pungkas Riyanto.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.