Video Demo Ricuh dan Baku Pukul Tuntut Pembongkaran Portal Alun-alun Kota Tegal

Demo tuntut pembongkaran portal ricuh di Kota Tegal. /Ist.

ARAH PANTURA, TEGAL – Ratusan warga dan pedagang di Kota Tegal yang tergabung dalam Gerakan Tegal Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Balai Kota Tegal, Rabu (23/3) siang.

Ratusan warga itu menuntut kebijakan Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono terkait penutupan portal Alun-alun dan Jalan Pancasila Kota Tegal yang berdampak pada penghasilan warga khususnya pedagang.

Awalnya demo berjalan damai, namun ada sekelompok massa lainnya terpancing emosi hingga kericuhan terjadi. Pendemo dan sekelompok massa saling dorong hingga terjadi aksi baku pukul. Beruntung ketegangan keduanya berhasil diredam polisi dan Satpol PP setempat.

Dalam aksinya, massa dari gerakan Tegal Bersatu yang terdiri dari pedagang kaki lima (PKL), pedagang kawasan alun-alun, pemilik toko dan puluhan juru parkir yang terdampak penutupan alun-alun mengecam kebijakan Walikota yang telah menutup kawasan Alun-alun dan Jalan Pancasila dari mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIB.

Edi Kurniawan, kordinator aksi mengatakan kebijakan penutupan portal telah menyengsarakan kehidupan warga yang berjualan di kawasan tersebut.
Karena akibat penutupan portal mengakibatkan pedagang mengalami kerugian hingga Rp. 50 miliar selama masa pandemi covid-19.

‘Kami menyayangkan sikap Walikota yang berdalih penutupan kawasan Alun-alun pada malam hari untuk mencegah kerumunan. Tapi kebijakan tersebut justru merugikan warga dan pedagang,” ujarnya.

Apalagi akibat penutupan jalan dengan portal, beber Edi Kurniawan tidak ada dasar hukumnya sesuai peraturan Kapolri.

“Kami hanya menuntut pembongkaran portal yang menutup akses jalan menuju Alun-alun,” tegasnya.

Disinggung soal kericuhan, Edi mengaku heran karena mereka bukan warga yang ikut berdemo menuntut pembongkaran portal.

BACA JUGA :  13 Akses Jalan Ke Alun-alun dan Obyek Wisata di Kota Tegal Ditutup, Gegara Naik PPKM Level 3

“Saya meyakini ada penyusup untuk mengacaukan aksi damai warga dan pedagang,” ungkapnya.

Sayangnya saat demo berlangsung tidak ditemui Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono yang kebetulan tidak ada ditempat.

“Kami hanya diterima perwakilan dari pemkot yang katanya akan menyampaikan aspirasi kami ke Walikota,” pungkasnya.

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.