Satpol PP Brebes Ciduk Belasan Anak Punk, Ini Video Penangkapannya

Belasan anak punk saat diamankan di halaman Kantor Satpol pp Brebes /Arah Pantura

ARAH PANTURA, BREBES– Satpol PP Kabupaten Brebes, Senin (03/01) pagi melakukan razia anak punk yang biasa mangkal di sejumlah tempat di kota Brebes.

Dari Razia ini, belasan anak punk berhasil diciduk petugas Satpol PP setempat, untuk diangkut ke dalam truk dan digiring ke Kantor Satpol PP Brebes.

Menurut Kabid Penegakan Perda Satpol PP Brebes, Edy Hermawan, menjelaskan jika razia anak punk ini sebagai tindak lanjut dari laporan warga yang merasa resah dengan maraknya anak punk yang biasa mangkal di sejumlah tempat di kota Brebes.

Baca juga: Puluhan Tahun Menunggu, Masyarakat Desa Pengaradan – Tanjung Nikmati Jembatan Baru

“Razia dilakukan karena banyaknya laporan masyarakat yang resah banyaknya anak punk yang mangkal di tempat- tempat umum, seperti di perempatan lampu merah Pasar Induk Brebes, di depan Kantor Kelurahan Brebes serta di kompleks Pasar Buah ,” ungkap Kabid Penegakan Satpol PP Brebes.

Masyarakat merasa resah karena akhir-akhir ini banyak anak punk di sudut jalan di Kota Brebes yang mengamen sehingga dinilai menganggu kenyamanan.

“Banyak pengguna jalan yang merasa terganggu, karena banyak anak punk yang mangkal dan mengamen di sudut jalan.,” Ujar Kabid Penegakan Perda Satpol PP Brebes, Edy Hermawan.

Sampai berita ini diturunkan, belasan anak punk masih menjalani pemeriksaan petugas Satpol PP yang dilakukan di halaman Kantor Satpol PP Brebes.***

Baca juga: Jaring Atlet Sejak Usia Dini, Begini Yang Akan Dibentuk Dindikpora Brebes

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Didid berkata:

    Anak punk dinilai meresahkan masyarakat karena ngamen di jalanan dan mengganggu lalu lintas… Akhirnya diciduk olek petugas Satpol PP
    Sesampainya di kantor satpol PP trus mau diapain anak-anak tersebut?
    Esensi anak-anak punk adalah protes sosial, kita mestinya tanggap terhadap kondisi seperti ini. Mereka tidak butuh kekerasan dan kekuasaan, mereka butuh sentuhan kemanusiaan…..
    Kalo dinilai mengganggu lalu lintas, banyak juga tuh penggalangan dana pembangunan masjid, mushola, anak pesantren yang meminta minta di perempatan lampu merah. Itu juga di jalan raya dan tidak ada yg protes.
    Serasa tidak adil jika demikian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *