Viral Anak-anak SD Gunakan Styrofoam Seberangi Sungai, Ini Kata Kades

ARAHPANTURA – Sebuah video merekam aksi anak-anak SD menyeberangi sungai dengan cara mengayuh styrofoam.

Peristiwa yang menghebohkan jagat dunia Maia ini, diambil di Desa Kuala Sungai Dua Belas, Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan.

Di dalam video berdurasi 02.03 menit itu nampak tiga anak mengenakan seragam sekolah dilengkapi dengan tas menyeberang sungai besar dan arus cukup deras.

Anak-anak itu mengaku pelajar kelas 3 SD dan hendak pulang ke rumah usai sekolah. Bermodal kotak styrofoam yang biasa digunakan untuk penyimpanan ikan dan potongan styrofoam sebagai alat dayung.

Ditemui di tempat kerjanya, Kepala Desa Kuala Sungai Dua Belas, Hartoni, membenarkan video aktivitas anak-anak menggunakan styrofoam untuk menyeberang sungai.

BACA JUGA: Pake Citros Keliling Kota Cirebon, Dishub dan Polres Ciko Edukasi Anak-anak Tertib Berlalulintas

Anak-anak di kampung itu, sudah terbiasa menggunakan styrofoam untuk bermain-main di sungai.

“Itu bukan mau berangkat sekolah, tapi bermain-main sepulang sekolah dan belum berganti baju. Itu biasa bagi anak-anak kami yang tinggal di laut seperti di sini. Kalau sehari-hari mereka diantar orang tuanya menggunakan sampan untuk bersekolah atau beraktivitas lain, orangtuanya orang mampu, bahkan punya speedboat,” ungkap Hartoni seperti dalam siaran pers, Jumat (24/9).

Masih dikatakannya, di desa tersebut terdapat dua SD dan di dalam video itu berada di Dusun Buntuan yang berada di perairan. Menurut dia, jembatan menuju sekolah bukan prioritas utama mengingat bukan akses utama perlintasan masyarakat.

“Siswanya paling banyak di SD darat, sebagian di Dusun Buntuan. Kami yang berada di perairan seperti ini terbiasa menggunakan transportasi air karena lebih mudah aksesnya, jangan dibesar-besarkanlah,” kata dia.

Hartoni menjelaskan, Desa Kuala Sungai Dua Belas terdiri dari beberapa dusun dengan jumlah penduduk mencapai 540 kepala keluarga. Sebagian besar warga menetap di daratan, sebagian lain menyebar di kuala-kuala atau muara laut selat Bangka.

Bagi warga yang menetap di kuala, transportasi utama meraka adalah perahu sampan, getek, dan speedboat.

“Ada sekitar seratusan KK yang menetap di kuala. Mata pencarian mereka adalah nelayan dan sarang burung walet, tranportasi utama mereka melalui jalur air. Secara ekonomi mereka cukup sejahtera dari hasil laut dan burung walet,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *