Viral Video Ricuh di Depan Pabrik Saat Aksi Unjuk Rasa, Berikut Penjelasannya

Gambar di vidio yang viral di media sosial saat kericuhan demo buruh didepan salah satu pabrik, Senin (22/11) kemarin. /Istimewa

ARAH PANTURA, BREBES – Kericuhan saat berlangsungnya unjuk rasa buruh menuntut kenaikan UMK, pada Senin (22/11) kemarin, tidak hanya terjadi di wilayah Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes, yang dimana gerbang pabrik sempat roboh saat ada sweeping buruh untuk mengajak buruh lainnya yang di dalam pabrik untuk ikut aksi unjuk rasa di Alun-alun Brebes.

Namun, kericuhan yang sama juga terjadi di depan sebuah pabrik yang ada di pinggir jalan Pantura Cimohong Kecamatan Bulakamba. Bahkan, vidio warga yang memperlihatkan kerumunan massa yang terlibat aksi saling pukul viral di media sosial Facebook.

Vidio yang diunggah pemilik akun bernama Teddy Dwi Setya itu, telah ditonton ribuan viewer dan postingan telah dibagikan sebanyak 393 kali dengan ratusan komentar netizen.

Dalam vidio berdurasi 29 detik itu, kerumunan massa yang sebagian diantaranya para buruh lengkap dengan beberapa warna seragam dan atributnya terlibat bentrok. Bahkan, beberapa orang terlihat tersungkur setelah dikeroyok oleh massa. Diketahui lokasi kerumunan massa yang terlibat bentrok fisik berada di halaman depan pabrik PT Daehan Global.

Menanggapi hal itu, Perwakilan pihak Manager PT Daehan Global, Harry Yawan Kurnia, membenarkan jika lokasi kericuhan terjadi di areal pedagang yang berada di lahan depan pabrik. Ia pun membantah, diskripsi postingan yang viral menuding pihak perusahaan menyewa preman untuk memukuli buruh.

“Kami tegaskan itu tidak benar, justru keributan yang terjadi itu, antara para pedagang dan sejumlah anggota serikat buruh yang datang kesini. Sebelum kejadian itu, mobil komando serikat buruh sempat bersenggolan dengan pedagang. Mungkin itu ada kesalahpahaman antara buruh dan pedagang sehingga sempat terjadi kericuhan,” ujar Harry Yawan Kurnia, Selasa (23/11) siang

Baca juga:Demo Buruh Ricuh Tuntut Kenaikan UMK di Brebes

Harry juga menambahkan jika sebelum kericuhan didepan pabrik terjadi. pihak satpam PT. Daehan sudah mengatakan pendemo dari serikat buruh, jika perwakilan 50 buruh dari pihaknya sudah terlebih dulu berangkat ke Brebes untuk mengikuti unjuk rasa.

“Mereka (para serikat buruh) dari pihak luar yang datang sudah dikasih tau jika perwakilan dari buruh kami sudah berangkat ikut berpartisipasi dalam aksi sebanyak 50 orang lengkap dengan atribut serikat buruh kami,” ungkap HRD manajer PT. Daehan Glolbal.

Pihak manajemen dari PT. Daehan Glolbal sebenarnya mendukung para buruh untuk menyampaikan aspirasi terkait kelayakan upah buruh.

“Pihaknya juga tidak pernah menghalangi dan tetap mendukung para buruh yang melakukan unjuk rasa menuntut kenaikan upah. Makanya dari pihak kami pun menurunkan perwakilanya untuk ikut menyampaikan aspirasinya,” pungkas HRD PT. Daehan Glolbal Harry Yawan Kurnia.***

BACA JUGA : Banjir Rendam RSUD Brebes Dan Sekolah, Siswa Terpaksa Diliburkan 

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *