Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sentil  Soal IPM Brebes Paling Buncit

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, saat menjadi pembicara workshop pendidikan di grand dian hotel / Arah Pantura
ARAH PANTURA, BREBES – Wakil Ketua Komisi X DPR RI ,Abdul Fikri Faqih menjadi narasumber Workshop Pendidikan yang digelar oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud RI, di Grand Dian Hotel Brebes, Rabu (01/11) peserta diikuti para guru dan Kepala Sekolah se Kabupaten Brebes.
Di depan media usai acara, Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini, sempat mengkritisi Kabupaten Brebes yang selalu berada diurutan bawah soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  di Tingkat Provinsi Jawa Tengah. IPM Kabupaten Brebes menempati urutan ke 35 dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.
“Kalau saya boleh memberi saran soal IPM terendah, harusnya siapapun Kepala Daerahnya harus konsentrasi pada Bidang Pendidikan, Kesehatan maupun daya beli,” Ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih juga menjelaskan salah  satu yang utama meningkatkan IPM yaitu dari pendidikan.
“Karena pendidikan merupakan investasi paling bagus untuk bisa meningkatkan kapasitas atau SDM dengan pendidikan formal maupun non formal, saya yakin bisa menyelesaikan problematika tersebut.” Jelas Wakil Ketua Komisi X DPR RI.
Namun Anggota Fraksi PKS di DPR RI ini, menyampaikan salah satunya yang menjadi kendala salah satunya  penduduk yang padat di Brebes, sehingga untuk meningkatkan IPM harus memiliki konsep yang bagus

” Di Kabupaten Brebes memang agak berat karena anggaran untuk pendidikan terbilang kecil dan tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 1,9 juta jiwa. Sehingga di butuhkan opsi-opsi baru untuk bisa mengejar ketertinggalan IPM dari daerah lainya,”terang Abdul Fikri Faqih, Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Oleh karenanya tidak ada tawar lagi bagi pemkab Brebes untuk tidak meningkatkan IPM. Salah satunya untuk mewujudkan yakni dengan meningkatkan SDM dan pendidikan formal dan non formal untuk tidak dipisahkan. Harus sama sama jalan,” ungkap Wakil Ketua Komisi X DPR RI.
Apalagi dengan adanya pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi covid-19, yang dimana PJJ bisa saja menghentikan pendidikan karakter pada diri anak sebagai generasi penerus.**
Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *