Waspada Demam Berdarah Serang Anak-Anak, Masyarakat Diminta Segera Lakukan Ini..

ARAHPANTURA, BREBES–Mewabahnya Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang biasa terjadi pada masa pancaroba, yakni ada perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan atau sebaliknya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Brebes, Imam Budi Santoso, mengatakan jika data kasus demam berdarah di Kabupaten Brebes, di bulan Oktober kemarin, ada 14 Kasus demam berdarah, 4 diantaranya meninggal dunia.

“Di bulan Oktober yang lalu ada 14 Kasus DBD, dengan 4 Kematian. Sementara pada bulan sebelumnya yakni September nihil, ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes tersebut.

Berikut data Dinkes Brebes kasus DBD Di kabupaten Brebes yang terjadi dua bulan terakhir antara tahun 2020 – 2021.

Data Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) :

  1. Data DBD 2020
    September   = 7
    Oktober        = 5
    Jumlah kematian : 8 orang.
  2. Data DDB 2021
    September   = Nihil
    Oktober        = 14 kasus
    Jumlah kematian : 4 orang.

Sementara memasuki bulan November ini, pasien dbd yang menjalani perawatan di RSUD Brebes, hanya ada satu pasien yakni anak – anak. Meski demikian pihak RSUD Brebes meminta masyarakat mewaspadai penyakit tersebut di masa pancaroba.

Baca Juga: Usai Digunakan Pasien Covid-19, Ruang VIP RSUD Brebes Disterilkan Bagi Pasien Umum

Wakil Direktur ( Wadir) RSUD Brebes, Dr. Aries Suparmiati, meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan 3 M, yakni mengubur, menutup dan menguras. Karena penyakit demam berdarah ditimbulkan oleh jentik nyamuk Aedes aegypti yang bisa membawa virus dengue.

“Masyarakat diminta waspadai musim pancaroba seperti sekarang ini, untuk rajin menjaga kebersihan dengan 3 M,” ungkapnya

Aries Suparmiati juga menghimbau kepada orang tua, jika anak anaknya menderita sakit panas untuk segera memeriksakannya ke dokter , puskesmas atau rumah sakit terdekat.

“Kami mengingatkan kepada para orang tua, untuk secepatnya membawa anaknya yang menderita sakit panas yang tidak turun turun, untuk segera diperiksakan ke dokter, puskesmas atau rumah sakit terdekat, jangan sampai anak sudah kritis, baru diperiksakan.,” Tegasnya.

Beliau juga menjelaskan jika rata rata pasien dbd yang meninggal dunia, khususnya yang menyerang balita dan anak anak tersebut, dikarenakan terlambat untuk menjalani pemeriksaan dokter.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *